Gunung Merapi Meletus Lagi

Kolom Letusan 2.500 Meter Mengarah Timur Laut

116
Visual kawah Gunung Merapi hasil pengamatan BPPTKG. (istiemwa)

KORANBERNAS.ID –- Gunung Merapi kembali meletus Jumat (01/06/2018) malam ini pukul 20:24. Tak berselang lama hanya dalam hitungan menit, kembali lagi terjadi letusan pada pukul 21:00 dengan amplitudo maksimum 29 mm selama 56 detik  dengan kolom letusan tegak 1.000 meter, teramati dari pos PGM Babadan.

Artinya, ini merupakan letusan ketiga kalinya dalam satu hari menyusul letusan pertama pada pukul 08:20 dengan amplitudo maksimal 77 mm dan tinggi kolom 6.000 meter.

Informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), letusan kali ini dengan amplitudo maksimum 64 mm.

“Kolom letusan 2.500 meter mengarah ke timur Laut. Teramati dari pos PGM Jrakah, durasi 1,5 menit,” ungkap Dr Dra Hanik Humaida M Sc, Kepala BPPTKG.

Baca Juga :  SDN Suryodiningratan 2 Maju Lomba Tingkat DIY

Sejak dinaikkannya status Gunung Merapi ke level Waspada pada Senin 21 Mei 2018 silam, hingga sekarang ini sudah berkali-kali terjadi erupsi.

Letusan yang terjadi Jumat pagi pukul 08:20 teramati dari Pos PGM Jrakah dan Babadan tampak asap putih di area hutan di sektor barat laut berjarak sekitar 1,5 km dari puncak. Asap putih itu kemungkinan mengindikasikan adanya vegetasi yang terbakar.

Berdasarkan data kegempaan, tercatat pada Kamis (31/05/2018) terjadi embusan empat kali, VT 5 kali dengan kedalaman dominan dibawah 3 Km dari puncak, guguran 11 kali dan tektonik 1 kali.

Gempa VT ini menjadi indikasi proses magmatis berpengaruh pada letusan pagi itu. Ekstrusi magma ke permukaan masih membutuhkan waktu mengingat diperkirakan posisi magma saat ini berada di bawah 3 Km, berdasarkan kedalaman gempa VT yang terjadi.

Baca Juga :  Teknik Lingkungan UP 45 Jadi Duta Energi

Dari letusan tersebut disimpulkan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi sehingga tingkat aktivitas masih pada Waspada atau Level II.

Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk. Penduduk yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diminta meningkatkan kewaspadaan. (sol)