Gunung Slamet ‘Meletus’, Warga Berlarian Mengungsi

463
Sejumlah Personil TNI dari Korem071/Wijaya Kusuma sedang melakukan proses evakuasi pada simulasi saat Gunung Slamet 'meletus', di Desa Mangunegara,Kecamatan Mrebet,Purbalingga,Jumat (17/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — “Ayo lari..ayoooooo…Gunung Slamet meletus ,” seru beberapa warga yang mengajak puluhan warga lainnya berlari menuju ke truk yang sudah disiapkan di pinggir jalan raya menuju ketempat evakuasi yang aman.

Dan di sudut jalan, tampak beberapa tentara , berlari membawa seorang lanjut usia (Lansia) menggunakan Brankar Pasien.

“Bapak tenang saja, bapak kami ungsikan, agar selamat,” ujar seorang berpangkat Sersan Kepala kepada pasien yang sedang dibawa menuju mobil ambulance.

Puluhan warga lainnya, tua,muda, pria maupun wanita, siang itu berlari menuju ke truk untuk diamankan di tempat evakuasi.

Itulah gambaran proses evakuasi saat Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut ‘meletus’. Dan peragaan itu terekam pada acara penutupan Latihan Penanggulangan Bencana Alam Korem 071/Wijaya Kusuma, di lapangan Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jumat (17/11/2017).

Baca Juga :  Bupati Sambangi Rumah Buya Safii Ma’arif

Kegiatan pelatihan penanggulangan bencana alam erupsi Gunung Slamet itu diprakarsai Korem 071/Wijaya Kusuma, melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga dan pihak-pihak terkait lainnya. Kegiatan berlangsung selama lima hari, sejak Minggu (13/11/2017), dipusatkan di Kecamatan Mrebet.

Kecamatan Mrebet yang tidak jauh dari kawasan Gunung Slamet, merupakan daerah yang perlu diwaspadai jika terjadi erupsi Gunung Slamet.

Kepala BPBD Purbalingga Drs. Satya Giri Podo saat menutup kegiatan itu mengatakan, Pemkab Purbalingga akan terus memperkuat kelembagaan BPBD, menyiapkan dan melatih personil yang handal termasuk mengalokasikan anggaran dan meningkatkan dukungan dana siap pakai untuk penanggulangan bencana.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada jajaran Korem 071 Wijaya Kusuma, yang telah berupaya keras melakukan pelatihan penanggulangan bencana erupsi Gunung Slamet ini,” ujar Satya Giri Podo.

Baca Juga :  Desa Harus Jadi Pusat Aktivitas Ekonomi

Sejatinya, ujar Satya Giri Podo, selain melaksanakan tugas pokoknya untuk perang, TNI juga melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).Yakni membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

“Hal itu telah diamanatkan dalam pasal 7 ayat 2 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI”, ujarnya.(yve)