Gunungkidul Jadi Andalan Stok Hewan Kurban

158
Sapi Kurban pada peternak di Bejiharjo, Karangmojo, Senin (21/8/2017).(st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebagai kabupaten dengan predikat gudangnya ternak, Kabupaten Gunungkidul menjadi andalan utama stok hewan kurban untuk wilayah DIY.

Kepala Bagian Analisis Kebijakan Produktivitas Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Deden Rohanawati menyatakan, mendasarkan pantauan di 3 kabupaten DIY meliputi Bantul, Sleman, dan Gunungkidul, stok hewan kurban mencukupi. Gunungkidul menjadi andalan stok,” katanya ditemui saat pemantauan hewan kurban di wilayah Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul Senin (21/8/2017).

Namun demikian, pihaknya masih melakukan penghitungan terkait kebutuhan secara menyeluruh.
Sedang Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian DIY, Anung Endah menambahkan, untuk tahun 2016 sekitar 18.000 sapi dijadikan hewan kurban di 7.000 titik penyembelihan di DIY.

Baca Juga :  2.838 Pelanggar Terjaring Operasi Zebra

“Tren meningkat setiap tahun, kemungkinan tahun ini juga akan meningkat,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan stok sapi dewasa pada tahun 2017 mencapai 10.147 dari populasi sebanyak 150.331 ekor. Sementara untuk kambing saat ini jumlahnya mencapai 20.147 dari polulasi sebanyak 182.048 ekor yang tersebar di 18 kecamatan.

“Untuk Gunungkidul populasinya aman, stok mencukupi,” katanya.

Menurut dia, hewan ternak yang berasal dari Gunungkidul banyak diburu konsumen luar daerah karena kualitasnya tergolong bagus. Hewan ternak asal Gunungkidul banyak diminati ke sejumlah Kota besar seperti Jakarta. Puncak pengiriman ke luar kota diperkikrakan Selasa (22/8/2017), sementara untuk lokal H-1 atau Kamis (31/8/2017).

Baca Juga :  Dua Wisatawan Terseret Ombak Pantai Baron

“Sebagian ada yang ke Yogyakarta dan Jakarta,” imbuh dia.

Sementara salah seorang peternak Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Karnoto mengatakan, untuk tahun ini pihaknya menyiapkan sekitar 70- an ekor sapi jenis lokal atau PO, Limousin, dan jenis Si Metal. Pengiriman di beberapa kota seperti Yogyakarta dan Jakarta.

“Tahun ini permintaan menurun sekitar 25 persen dibanding tahun lalu. Tahun lalu, hari-hari seperti ini sudah mengirim sekitar 100 ekor sapi, saat ini baru sekitar 70 an,” ucapnya.

Dijelaskannya, untuk harga sapi kurban antara Rp 19 juta hingga Rp 24 juta per ekornya. Untuk harga mengalami kenaikan dibanding tahun lalu sekitar Rp 1 juta per ekornya. (yve)