Gunungkidul Jadi Inspirasi Pengembangan Olahraga di Indonesia

144
Menpora Imam Nahrawi menghadiri penutupan Liga Pelajar Gunungkidul 2018, Minggu (11/03/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)  Imam Nahrawi menyatakan salut sekaligus merasa bangga, Kabupaten Gunungkidul bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga di Indonesia.

Pengakuan tersebut dia sampaikan tatkala menghadiri penutupan Liga Pelajar Gunungkidul 2018, Minggu (11/03/2018), di Gelora Handayani Gunungkidul.

“Liga Pelajar Gunungkidul ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mengadakan turnamen serupa tanpa pendanaan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Dengan begitu, olahraga benar-benar dirasakan manfaatnya, dari masayarakat dan untuk masyarakat. Semua elemen masyarakat bergerak memajukan olahraga di daerahnya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkomitmen memberikan dukungan terkait dengan sarana dan prasarana (sarpras) olahraga.

Pihaknya juga siap bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, agar Dana Desa dapat dialokasikan untuk pembangunan sarana dan prasarana olahraga.

Menurut dia, inilah salah satu bentuk sinergi yang baik sehingga potensi atlet di daerah bisa berkembang maksimal.

Baca Juga :  Ingin Paket Lengkap, Luna G8 Menjawab Keinginan Anda

Ketua Panitia Liga Pelajar Gunungkidul 2018, Hari Santosa, mengatakan turnamen sepakbola pelajar Kabupaten Gunungkidul sudah berlangsung empat kali. Tahun ini diikuti 20 tim kesebelasan dari 20 SMA dan SMK di kabupaten itu.

“Peserta dipilih dari sekolah-sekolah yang memiliki ekstra kulikuler sepakbola. Liga tahun ini dimulai 19 Januari silam dengan 46 kali pertandingan,” ungkapnya.

Liga Pelajar Gunungkidul 2018 dimotori oleh organisasi kepemudaan (OKP )di bawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Dia menegaskan, pendanaan turnamen dilakukan secara mandiri sehingga terbentuklah aktivitas kepemudaan dan olahraga yang nyata di Gunungkidul.

Selain bermanfaat untuk mencari bibit-bibit atlet berbakat, juga memberi ruang bagi para pelajar sehingga tidak melakukan kegiatan-kegiatan negatif.

Juara 1, 2 dan 3  memperoleh penghargaan, trofi dan uang pembinaan. Semua tim juga memperoleh penghargaan. Diberikan pula penghargaan untuk pemain terbaik, top score dan suporter terbaik.

Baca Juga :  Kekurangan Komputer untuk UNBK, Sekolah Gunakan Laptop

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menyatakan,  Gunungkidul memang memiliki potensi atlet di berbagai cabang olahraga (cabor).

Ke depan, berbagai turnamen dan event serupa dapat menjadi wadah bagi pelajar sekaligus sebagai sarana pengembangan prestasi atlet-atlet muda  berbakat dari kabupaten yang kondisi geografisnya berbukit-bukit itu.

Atas nama warganya, mantan anggota DPRD DIY ini memberikan apresiasi Liga Sepakbola Pelajar mampu terlaksana tanpa dukungan dana dari pemerintah pusat. Dia berharap cabor yang lain mampu melaksanakan hal serupa.

Adapun Juara Liga Pelajar Gunungkidul 2018 adalah SMAN 2 Playen dan Juara 2  SMAN 1 Tanjungsari.  Kesebelasan SMAN 2 Tanjungsari berhasil mengalahkan SMAN 1 Tanjungsari dengan angka 4-1 melalui adu penalti, disaksikan ribuan penonton yang memadati gelora tersebut. (sol)