Gunungkidul Kirim Ribuan Hewan Kurban

560
Kambing kurban dari Gunungkidul yang akan dikirim ke luar daerah. (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kabupaten Gunungkidul yang selama ini dikenal sebagai gudang ternak di DIY, menjelang Hari Raya Idul Adha ini mengirimkan ribuan ekor hewan kurban berupa sapi dan kambing ke berbagai daerah.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rabu (30/08/2017), jumlah sapi  yang dikirim ke luar daerah dari awal hingga akhir  Agustus  ini mencapai 1.152 ekor, dan untuk kambing mencapai 4.642 ekor.

“Jumlah pengiriman terbanyak ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta,” kata Gesit Handoyo, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.

Jumlah pengiriman hewan kurban ke luar daerah tersebut tercatat berdasarkan permintaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan ke Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, baik berasal dari pedagang maupun pembeli.

Hewan kurban dari Gunungkidul tersebut dikirim sejak awal Agustus. “Sapi maupun kambing dari Gunungkidul masih menjadi pilihan pedagang maupun pembeli dari luar DIY,” imbuhnya.

Perkembangan terakhir, harga sapi maupun kambing kurban, untuk sapi jantan yang seminggu sebelumnya Rp 20 juta naik menjadi Rp 21 juta hingga Rp 22 juta. Sementara kambing dari sebelumnya Rp 1,9 juta menjadi Rp 2,2 juta. Harga sapi rata-rata kenaikannya antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Untuk jenis kambing dari Rp 200.000 hingga Rp 400.000 per ekor.

Pemkab Gunungkidul memberikan bantuan 22 kambing untuk berkurban. Kambing kurban ini merupakan hasil iuran seluruh pegawai Organisasi Perangkat Daerah di lingkup pemerintahan.

Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdaaan Masyarakat Bagian Kesra Setda Gunungkidul, Suyono, mengatakan bantuan 22 ekor kambing sudah mulai disalurkan Rabu (30/08/2017),disesuaikan jumlah permintaan yang masuk pemkab.

Menurut dia, lima kecamatan yang tidak mengajukan bantuan meliputi Ponjong, Karangmojo, Patuk, Panggang dan Tepus. Sedang 13 kecamatan lainnya di Gunungkidul mendapatkan bantuan.

Sama seperti pemberian di tahun sebelumnya, pemkab tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk kurban yang dituangkan dalam program kegiatan di APBD. Hal ini karena terbentur aturan Undang-Undang No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dia menjelaskan, dalam aturan tersebut pemberian bantuan hibah hanya diberikan kepada kelompok atau lembaga yang memiliki badan hukum. “Dikarenakan aturan ini, kami tidak bisa mengalokasikan bantuan kurban dalam APBD,” katanya.

Meski demikian, lanjut Suyono, untuk memberikan bantuan kurban, seluruh OPD di lingkup Pemkab Gunungkidul melakukan iuran. Uang yang terkumpul langsung dibelikan kambing, kemudian diserahkan ke pihak yang mengajukan bantuan. (st aryono)