Gunungkidul Siap Hadapi Natal dan Tahun Baru 2018

395
Pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) pengamanan Natal dan tahun baru di Wonosari, Senin (18/12/2017).(koranbernas.id/St Aryono)

KORANBERNAS.IDMeski baru saja dilanda bencana banjir dan tanah longsor, namun Kabupaten Gunungkidul tetap siap menghadapi natal dan tahun baru 2018. Berbagai persiapan demi suksesnya agenda akhir tahun ini, telah dilakukan.

Dalam hal pengamaman Natal  dan Tahun Baru 2018, bersandi Operasi Lilin Progo 2018 melibatkan polisi, TNI dan berbagai jajaran terkait dengan  menerjunkan sebanyak 670 personel. Sebanyak 245 personel dari Polri dan didukung  pengamanan terpadu, bakal berkonsentrasi mengamankan   sejumlah objek vital meliputi tempat ibadah, jalan raya dan objek wisata. Untuk memperlancar tugas-tugas tersebut,  dibentuk 4 Pos Pengamanan (Pospam) dan 22 Subpos pengamanan.

“Empat Pospam yang dibentuk  berada di Hargodumilah, Siyono, Pantai Baron dan Pantai  Pulang Syawal,” kata Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, usai memimpin Rakor Pengamanan Natal dan Tahun baru, Senin (18/12/2017).  Sedangkan subpos bakal berlokasi pada sejumlah objek, diantaranya gereja juga pusat-pusat konsentrasi massa, termasuk pusat perbelanjaan dan lainnya.

Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018 ini akan dilaksanakan selama sepuluh hari. Pengaman Natal dan Tahun baru 2018 ini didukung berbagai elemen dan instansi terkait baik TNI, Satpol PP, Dishubkominfo, BPBD, Dinas Pariwisata, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Gunungkidul (JZ12ZWD)  dan organisasi kemasyarakatan.

Subpos pengamanan yang dibentuk di 22 lokasi, diantaranya untuk pengamanan  gereja Santo Petrus Kanisius Wonosari, GKJ Wonosari, GKJ Wiladeg, Gereja Santo Yusup Bandung dan Santo Paulus Kelor. “Kita berharap pada pelaksanaan peringatan Natal dan liburan akhir tahun dan tahun baru berjalan aman dan lancar,” imbuh Kapolres  Gunungkidul.

Selain pengamanan tempat ibadah selama perayaan Natal, prioritas juga diberikan untuk pengamanan sejumlah ruas jalan untuk mengantisipasi membludaknya kunjungan wisata ke Gunungkidul selama liburan akhir tahun. Pos-pos pengamanan ini nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik rawan seperti sepanjang jalan Wonosari-Jogja, tikungan  Hargodumilah, Patuk, Bundaran Siyono. Selain itu, pos pengamanan juga didirikan di pusat perbelanjaan Wonosari, Pantai Baron dan Pantai Pulangsawal.

Sedangkan subpos meliputi sepanjang jalur objek wisata dari kawasan perbatasan Gunungkidul-Bantul hingga Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Selain itu  juga dilaksanakan pengamanan  di sepanjang jalan dari arah Klaten, Wonogiri maupun Sukoharjo, Jawa Tengah. Juga dari arah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Mengingat intensitas curah hujan dalam beberapa hari ini meningkat, polisi juga akan melakukan pengamanan pada titik-titik rawan longsor dan macet. Pada pelaksanaan tahun baru biasanya sepanjang jalan Wonosari-Jogja akan dipenuhi kendaraan wisatawan, padahal saat ini terdapat tiga titik perbaikan jalan terdampak longsor akibat bencana badai siklon tropis beberapa hari lalu.

Bupati Gunungkidul, Badingah, yang juga hadir dalam rapat koordinasi ini menjelaskan, secara umum Gunungkidul dalam kondisi kondusif, aman dan terkendali. “Berbagai obyek wisata siap menerima kunjungan wisatawan. Meski baru saja dilanda bencana, namun secara perlahan sudah pulih. Kita siap merayakan Natal dan tahun baru,” kata Badingah sambil berharap agar berbagai pihak mendukung tim pengamanan, sehingga peringatan Natal, liburan akhir tahun dan tahun baru 2018 berjalan aman, tertib dan lancar.(ERU)