Gunungkidul Siapkan Jalur Wisata

Tidak Direkomendasikan untuk Kendaraan Besar

215
Peta jalur alternatif. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Syarif Armunanto, mengakui jalur Yogyakarta-Wonosari sangat padat pada liburan hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah utamanya jalur wisata.

Wisatawan yang akan melakukan kunjungan ke destinasi wisata harus mengetahui jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalan.

“Kami mempersiapkan beberapa jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan,” katanya, Selasa (12/06/2018).

Jika masuk Gunungkidul melalui pintu barat, jalur alternatifnya adalah Piyungan menuju Sorogedug, Jembatan Sembada Handayani, Nglanggeran kemudian Wonosari. Tetapi jalur ini tidak untuk kendaraan besar.

Kemudian, Jalan Piyungan menuju Petir, Oro-Oro, Nglanggeran, menuju Kota Wonosari. Lalu Cino Mati menuju Dlingo, Getas, Playen, Kota Wonosari. Jalur ini juga tidak direkomendasikan untuk kendaraan besar.

Baca Juga :  Warga Rutan pun Ikut Doakan Korban Gempa

Ada juga jalur dari Imogiri menuju Dlingo dan Mangunan, Getas, Playen, Kota Wonosari. Sedangkan dari Bantul melintasi Panggang menuju Saptosari, Paliyan dan Kota Wonosari.

Dari pintu utara ada tiga jalur alternatif. Yaitu, Gedangsari menuju Ngelanggeran, Kota Wonosari, lalu Gedangsari, Nglipar, menuju Kota Wonosari.

Dari Cawas Klaten bisa melintasi Ngawen atau Semin menuju Karangmojo atau Nglipar ke kota Wonosari. Dari wilayah timur ada tiga jalur alternatif yaitu dari Sukoharjo menuju Candirejo, Semin, Karangmojo, Kota Wonosari dan dari Manyaran ke Semin, Karangmojo, Wonosari.

Sementara jalur ke tiga dari Praci menuju Bedoyo, Semanu dan ke Kota Wonosari. “Sebagian besar jalur alternatif tidak direkomendasikan untuk kendaraan besar seperti bus,” kata Syarif Armunanto. (sol)

Baca Juga :  Gerindra Kulonprogo Buka Pendaftaran Caleg