Gunungkidul Tidak Perlu Status Darurat Kekeringan

243
Bantuan air bersih dari karyawan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) DIY diterima warga Dusun Tekik Desa Nglindur Kecamatan Girisubo, Senin (25/09/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul belum menetapkan status darurat kekeringan, meskipun dampak kekeringan semakin meluas. Hingga kini sudah terdapat 12 Kecamatan di Gunungkidul yang terdampak kekeringan.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Immawam mengatakan, dengan banyaknya bantuan dari masyarakat, dan juga anggaran untuk penanggulangan kekeringan yang masih tersisa, Gunungkidul tidak memerlukan mekanisme darurat kekeringan.

“Banyaknya bantuan air masih dapat mencukupi untuk menanggulangi kekeringan. Sehingga tidak diperlukan lagi mekanisme darurat kekeringan,” ujar Immawan, Senin (25/09/2017), usai menerima bantuan air bersih dari Kanwil DJP DIY di Pemkab Gunungkidul.

Menanggapi wilayah terdampak kekeringan yang belum tersentuh bantuan pemerintah, Immawan mengatakan, pihaknya akan mengidentifikasi kembali, daerah-daerah mana yang kesulitan air namun belum mendapatkan jatah dropping air.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) DIY memberikan bantuan air bersih untuk Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak 150 tangki air bersih disalurkan ke wilayah-wilayah yang mengalami dampak kekeringan.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil DJP DIY, Yuli Kristiono, kepada Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Selanjutnya didistribusikan pada warga Dusun Tekik Desa Nglindur Kecamatan Girisubo.

Kepala Kanwil DJP DIY, Yuli Kristiono, mengatakan, selama ini Gunungkidul menjadi daerah langganan kekeringan. Warga pun kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Pihaknya berhasil mengumpulkan dana untuk bantuan air bersih dari hasil iuran seluruh pegawai kanwil DJP DIY.

“Terkumpul 150 tangki air bersih, untuk kami salurkan di beberapa kecamatan,” ujar Yuli. (SM)