Gunungkidul Yakin Rebut Swasti Saba Wistara

639

KORANBERNAS.ID–Tahun 2017 ini Gunungkidul ingin mengulang catatan sebagai kabupaten sehat. Predikat baik level tertinggi atau disebut Swasti Saba Wistara tersebut pernah diraih di tahun 2015. Forum Kabupaten sehat Gunungkidul optimis, target “medali emas” kembali diraih.

“Kami ambil contoh, jambanisasi di Gunungkidul saat ini sudah hampir 100 persen,” kata Ketua Forum Kabupaten Sehat Gunungkidul, Iswandi, disela penilaian Kabupaten Sehat Tingkat Nasional di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Selasa (19/09/2017).

Dia menjelaskan, penilaian yang dilakukan oleh tim pusat melalui Kementrian Kesehatan ini dilakukan setiap dua tahun sekali. Ada 9 tatanan kawasan kabupaten sehat yang menjadi sasaran penilaian. Mulai dari kawasan pemukiman, ketahanan pangan, bidang pemerintahan, kegiatan hutan, dan wanita tani serta industri.

Baca Juga :  Utang dan Rentenir Bikin Ekonomi Bak Istana Pasir

“Kami optimis predikat terbaik bisa diraih kembali. Kalau medali, Swasti Saba Wistara itu sama dengan medali emas,” ujarnya.

Menurutnya, Gunungkidul telah mengikuti penilaian sejak 2009. Pada waktu itu hanya mengajukan 5 tatanan dan berhasil memperoleh penghargaan Swasti Saba Padapa, yakni penghargaan pada level paling rendah.

Kemudian 2011 mengajukan 8 tatanan memperoleh penghargaan Swasti Saba Wiwerda, atau peghargaan setingkat lebih tinggi dari yang pertama. Lalu 2013 mengajukan 8 tatanan memperoleh penghargaan Swasti Saba Wistara. Status predikat terbaik tersebut berhasil dipertahankan pada tahun 2015 silam.

“Tahun ini kami mengajukan 8 tatanan melibatkan 4 kecamatan. Masing-masing, Kecamatan Wonosari, Nglipar, Ngawen dan Kecamatan Semin,” jelasnya.

Untuk objek penilaian pemukiman ada di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Desa Gading, Kecamatan Playen mewakili ketahanan pangan, Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar kawasan pemerintahan, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar kawasan hutan, wanita tani dan kawasan. Terakhir di SMKN 1 Ngawen.

Baca Juga :  Disnaker Rutin Pantau Lulusan Pelatihan Keterampilan

Asisten Sekda Gunungkidul Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Azman Latif berharap, posisi level tertinggi sebagai kabupaten sehat dapat dipertahankan.

“Jadi, ini perlu kerja keras dan kerja bersama dari semua pihak untuk mewujudkan Gunungkidul sehat,” kata mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura tersebut.

Tim Penilai Kabupaten Sehat, Eni Sulistyawati mengatakan, penilaian kabupaten sehat berlangsung di Bantul, Sleman dan Gunungkidul. Tujuan Program Kabupaten Sehat pada dasarnya adalah tercapainya kondisi kabupaten untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman dan sehat. (SM)