Guru Penebas Albasia Nunggu Peresmian Jalan TMMD

116
PENEBAS KAYU -- Hakim, yang berprofesi sebagai guru, menambah penghasilan keluarga dengan menebas kayu. Ia sangat senang TMMD telah menyelesaikan pembangunan jalan. (Foto: Pendim 0704-BNA/Koran Bernas).

KORANBERNAS.ID – Hakim (56) warga Desa Lawen Kecamatan Pandanarum dan Guru di SD Negeri 1 Pasegeran Desa Pasegeran, merasa senang karena jalan tembus antara Dusun Kroya Desa Pasegeran – Dusun Plipiran Desa Pingit Lor Kecamatan Pandanarum sudah jadi dan tinggal diresmikan saja.

Selain sebagai guru SD, lelaki paruh baya tersebut juga sebagai penebas kayu albasia sebagai sambilan menambah penghasilan keluarga. Dikatakannya saat diwawancarai Serda Sudi Waluyo, anggota publikasi TMMD Reguler 102 Banjarnegara, “Matur nuwun Pak Tentara kulo nderek remen, jalan tembus teng Pasegeran kanthun diresmeaken,” (Terima kasih Pak Tentara saya ikut senang, jalan tembus menuju Desa Pasegeran tinggal diresmikan saja – red). 

Hal itu sangat dimaklumi, pasalnya jalan beton sepanjang 1,1 kilometer yang telah dirampungkan Satgas TMMD dan warga masyarakat Desa Pasegeran akan memudahkannya dalam mengakses ke tempat dia bekerja dan mencari bahan dagangan albasia. Kendaraan pick up pengangkut bisa masuk leluasa sampai ke pelosok desa mendatangi para petani maupun ke lokasi penebangan kayu, di areal perkebunan warga setempat. 

Mobil bak terbuka pengangkut kayu miliknya, akan leluasa melewati beton lebar 3 meter yang sudah dilebarkan menjadi 4 meter melalui pembereman jalan atau penambahan setengah meter di sisi kiri maupun kanan beton.

Terlepas dari Hakim, keuntungan juga akan diterima oleh petani sengon Pasegeran. Mereka yang biasanya memakai jasa kuli panggul untuk melangsir kayu menuju jalan desa diperkeras, akan terpangkas ongkos panennya, sebab pick up bisa langsung mendekat ke lokasi penebangan kayu.

Sementara keuntungan bagi kuli panggul adalah, dapat melangsir lebih banyak batang kayu menuju pinggir rabat beton. Upah yang akan diterima akan sama bahkan mungkin lebih banyak dari perkalian jumlah pokok yang dilangsir daripada menempuh jalan setapak yang memakan waktu dan mengandung resiko terpeleset dulu.

Itulah simbiosis mutualisme antara petani, penebas dan juga kuli panggul pokok albasia. Jalan rabat beton TMMD di Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum adalah berkah dan mimpi semua penggiat ekonomi yang telah dinantikan puluhan tahun dan manfaatnya mulai dibayangkan masyarakat, walaupun penggunaanya menunggu peresmian 8 Agustus ini dalam Upacara Penutupan TMMD. (*/Pendim 0704-BNA)

Baca Juga :  Aris Winarno Bangga Kepada Saudara Barunya “TNI”