Guru PJOK Dituntut Disiplin dan Memiliki Etos Kerja

215
Para guru mengikuti Seminar Pendidikan dalam rangka HUT ke 72 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2017, di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Selasa (21/11/2017). (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Guru mata pelajaran Pendidikan Jasamani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dituntut memiliki kebiasaan dan keteladanan yang baik, agar para siswa yang menjadi anak didiknya berkarakter.

“Karakter itu tidak bisa diajarkan,tetapi hanya bisa ditularkan. Di sinilah peran guru,khususnya guru PJOK untuk memiliki kebiasaan, keteladanan,disiplin dan etos kerja yang baik,” ujar Prof Dr Agus Kristiyanto, M.Pd pada Seminar Pendidikan dalam rangka HUT ke 72 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2017, di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Selasa (21/11/2017).

Seminar diikuti 400 guru mata pelajaran PJOK SD, SMP, SMA dan SMK se Purbalingga mengusung tema “Disiplin dan Etos Kerja Guru PJOK untuk Penguatan Pendidikan Karakter”. Seminar dibuka oleh Bupati Purbalingga yang diwakili Drs Widiyono MSi, Asisten Administrasi Umum Pemkab Purbalingga, dihadiri Ketua PGRI Purbalingga Sarjono dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga, Heriyanto.

Baca Juga :  Cara KPU Sleman Tekan Golput Pemilu 2019

Agus Kristiyanto yang juga guru besar analisis kebijakan pembangunan keolahragaan UNS ini memaparkan, kebiasaan yang baik di lingkungan pendidikan diantaranya ditunjukkan dengan adanya kantin sehat, kawasan bebas rokok, bebas miras, bebas LGBT (Lesbi,Gay, Biseksual dan Transgender), bebas kekerasan, bebas narkoba dan bebas diskriminasi.

“Sedangkan keteladanan yang baik harus bisa ditunjukkan oleh seorang guru,khususnya guru PJOK dalam sikap yang bener, pener,pinter dan kober atau memiliki kesempatan luas untuk memberikan contoh-contoh yang baik kepada anak didiknya,” ujar Agus Kristiyanto yang juga Kepala Program Studi S2-Magister Ilmu Keolahragaan Program Pasca Sarjana UNS ini.

Agus Kristiyanto juga menekankan, disiplin dan etos kerja itu vital bagi guru PJOK. Sebab guru berposisi sebagai komponen sentral dalam proses pembelajaran yang rumit. Bahkan guru mungkin saja menjadi faktor penyebab kerumitan itu, jika hilang disiplin dan etos kerjanya.

Baca Juga :  Ingin Tahu Sejarah Kampus Tertua ? Datang Saja ke Museum UGM

“Di sisi lain,penularan karakter dalam proses pendidikan anak melalui aktivitas fisik itu mutlak, berupa energi pembangkit yang terdiri disiplin dan etos kerja,” ujarnya.

Agus Kristiyanto memaparkan tujuh syarat agar guru PJOK sebagai guru yang disiplin dan memiliki etos kerja. Yakni guru PJOK harus selalu berorientasi pada perbaikan kerja, senang terhadap tugas yang menantang, gigih dan tidak mudah menyerah,menyukai tanggungjawab pribadi, bertindak efisien, menyukai umpan balik atas pekerjaan yang dilakukan, dan mendapatkan kepuasaan dari melakukan sesuatu yang lebih baik.(yve)