Guru SMAN 1 Purbalingga Juara Lomba Inobel

658

KORANBERNAS.ID — Dr Sigit Mangun Wardoyo M Pd, guru Bahasa Jawa SMA Negeri 1 Purbalingga meraih juara pertama Lomba Karya Ilmiah Inovatif Pembelajaran (Inobel) guru  SMA  tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017.

Atas kemenangannnya itu, Sigit Mangun Wardoyo, pria berusia 37 tahun itu, berhak memperoleh uang pembinaan Rp 5 juta, piagam, trofi dan mewakili Provinsi Jateng ke lomba Inobel tingkat nasional yang diselenggarakan Kemendikbud RI di Jakarta, Oktober ini.

Sedangkan juara kedua diraih Siti Sriyatun SPd dari SMAN 1 Rembang Kabupaten Rembang, dan juara 3 Taufik Mulyadi SPd MT dari SMAN 2 Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

Sigit Mangun Wardoyo yang dihubungi Sabtu (30/09/2017)  mengatakan, pada tahap pertama lomba ini diikuti 74 peserta. Setelah dilakukan seleksi naskah oleh panitia di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, kemudian pada tahap kedua ditetapkan 35 nominator.

Mereka selama tiga hari 17-19 September menjalani serangkaian seleksi berupa presentasi dan wawancara, di Semarang.

“Mengingat saya sehari-hari mengajar mata pelajaran Bahasa Jawa, maka saya memilih materi tentang inovasi pembelajaran Bahasa Jawa di SMAN 1 Purbalingga,” ujar Sigit Mangun Wardoyo, yang menyelesaikan program  S3 Pendidikan Bahasa Indonesia di UNS pada 2014 ini.

Baca Juga :  Tiga Siswa Asal Semarang Tergulung Ombak, Satu Tewas

Dalam seleksi tahap kedua itu, Sigit membawakan karya ilmiah berupa hasil Penelitian Tindakan  Kelas  (PTK) yang dibuatnya. Karya ilmiah itu diberi judul Pembelajaran Batu Akik Model Klawing : Optimalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Sikap Sosial Siswa dalam Kemampuan Baca Tulis Aksara Jawa.

Hasil PTK itu dipaparkan Sigit Mangun Wardoyo di hadapan dewan juri Prof Dr Subyantoro M Hum dan Dr Iwan Junaedi SSi M Pd, keduanya dosen Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Sigit Mangun wardoyo yang juga dosen tamu di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsoed ini mengemukakan, pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Batu Akik model Klawing dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Purbalingga.

Hasil  belajar  siswa mengalami peningkatan  dibanding kondisi awal pembelajaran. Pada studi awal ketuntasan belajar siswa baru mencapai 43 persen. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar siswa 71 persen  sedangkan pada siklus II sebesar 100 persen.

Baca Juga :  Pidato di DPRD DIY, Sultan akan Fokus Garap Masyarakat Miskin

“Adapun untuk nilai rata rata siswa pada studi awal 65, pada siklus I 79 dan pada siklus II adalah 85,”ujarnya.

Dia menjelaskan, pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Batu Akik model Klawing dapat meningkatkan Sikap sosial siswa di SMA Negeri 1 Purbalingga. Sikap sosial  Bahasa Jawa  mengalami peningkatan  dibanding dengan  siklus I.

“Sikap sosial siswa berdasarkan kualifikasi pada studi awal yang mempunyai nilai rendah sebesar 34 persen,  nilai sedang 29 persen dan nilai tinggi 37 persen. Pada siklus I yang mempunyai nilai rendah sebesar 9 persen, nilai sedang 22 persen, dan nilai tinggi 69 persen. Pada siklus II yang mempunyai nilai rendah sebesar 0 persen, nilai sedang  9 persen, dan nilai tinggi 91 persen,” paparnya.

Sigit Mangun Wardoyo pernah meraih juara 1 guru berprestasi SMA tingkat Kabupaten Purbalingga. (*)