Gus Tur Lapor Dugaan Kecurangan Carik

1101

KORANBERNAS.ID — Tur Hariyanto alias Gus Tur seorang aktivis asal Desa Gadingharjo,Kec Sanden siap membuka dugaan penyimpangan pelaksanaan seleksi carik desa yang digelar 30 Agustus lalu. Dengan mengenakan pakaian jawa, mantan anggota DPRD Bantul tersebut mengantar surat pengaduan kepada Bupati Bantul, Drs H Suharsono dan diterima oleh sekretariat bupati, Selasa (5/9/2017) siang.

“Saya melaporkan hal ini agar bupati menindak tegas pihak-pihak yang diduga melanggar yakni lurah dan camat,”kata Gus Tur.

Diantaranya Camat sanden selaku kepala wilayah membiarkan lurah desa untuk melakukan pelanggaran Perda Nomor 5 Tahun 2016 berkaitan dengan item unsur-unsur tim 9 dimana dalam Perda diwajibkan unsur BPD, pamong desa dan tokoh masyarakat.

“Unntuk tim 9 ini di Gadingharjo sempat gonjang ganjing dan dua unsur perwakilan BPD mundur yakni Saryono dan Harjono. Namun ternyata dua orang ini tidak diganti dan diwakili unsur tokoh masyarakat, tidak dari unsur BPD,”katanya. Tetapi ternyata proses terus berlanjut dan kondisi ini dibiarkan oleh Camat Sanden.

Sementara untuk pencarian tim penguji dari pihak ke-3 wajib dan memang telah diatur Perda Nomor 5/2016 yang menentukan adalah tim 9 dengan persetujuan Lurah. Akan tetapi kenyataanya pihak ketiga selalu penguji yang mencari dan menentukan adalah camat tanpa adanya payung hukum yang jelas. Tindakan ini tentu tidak bisa ditoleransi dengan alasan apapun karena memang telah inkonstitusional melanggar substansi roh Perda nomor 5/2016.

“Patut diduga camat memang telah melakukan konspirasi politik dengan lurah desa untuk mengegolkan salah satu calon,”katanya.

Secara terpisah Lurah Desa Gadingharjo, Aan Indra Nursanto saat dikonfirmasi membantah adanya pelanggaran Perda tersebut.

“Kita sudah melaksanakan dan berkonsultasi ke bagian hukum Pemkab Bantul bahwa kita tidak melanggar Perda,” katanya. (yve)