Gusti Hadi Diusulkan Jadi HB XI

894
Kiai Haji Abdul Muhaimin menyerahkan surat usulan, Rabu (11/10/2017), di nDalem Yudhanegaran. (istimewa)

KORANBERNAS —  Sehari usai pelantikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, nama Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto atau Gusti Hadi tiba-tiba mencuat.

Ini karena Gusti Hadi diusulkan oleh Majelis Permufakatan Rakyat (MPR) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjadi Sultan Hamengku Buwono (HB) XI.

Usulan tersebut disampaikan oleh Kiai Haji Abdul Muhaimin selaku Ketua MPR DIY yang juga Ketua Kerisjati dan tokoh ulama, Rabu (11/10/2017), di nDalem Yudhanegaran Jalan Ibu Ruswo Yogyakarta.

“MPR DIY mengusulkan agar mengangkat dan menetapkan Lurah Pangeran KGPH Hadiwinoto sebagai Sultan Hamengku Buwono XI,” tutur Kiai Abdul Muhaimin membacakan usulan tersebut di hadapan puluhan jurnalis.

Baca Juga :  Rel KA ke NYIA Siap Dibangun

Selain ditandatangani Kiai Haji Abdul Muhaimin, surat tersebut juga ditandatangani Adjie Bantjono SE sebagai Sekjen MPR DIY dan juga Seskor Kerisjati, KMT Condropurnomo dari PWRI Kota Yogyakarta serta Ketua Dewan Pengurus Forum LSM DIY, Beny Susanto. Tertulis pula nama Ketua Paguyuban Dukuh DIY, Sukiman.

Menurut Abdul Muhaimin, usulan tersebut disampaikan kepada Dewan Musyawarah Keluarga Ahli Waris Hamengku Buwono IX di Kasultanan Yogyakarta.

Usai membacakan surat tersebut, dia kemudian menyerahkannya kepada GBPH Cakraningrat, wakil dari keluarga Keraton Yogyakarta.

MPR DIY memohon dengan hormat kepada Ahli Waris Almarhum Sultan Hamengku Buwono IX sebagai pemegang otoritas kedaulatan kelangsungan Dinasti Kasultanan Mataram Islam Ngayogyakarta Hadiningrat, agar menyelamatkan Dinasti Sultan Hamengku Buwono sebagai Pemangku Adat Budaya Tata Kehidupan Masyarakat Yogyakarta.

Baca Juga :  Kampus Ini Bakal Lahirkan Guru Kimia

Selain itu, juga memohon Dewan Musyawarah Keluarga Ahli Waris Hamengku Buwono IX mengadakan musyawarah keluarga dan memutuskan untuk mengumumkan Paugeran Adat Kasultanan Yogyakarta.

Kepada wartawan GBPH Cakraningrat menuturkan pihaknya menyetujui usulan tersebut. Inilah saatnya para putra dalem yang ada di Yogyakarta maupun Jakarta bertemu guna membahas masa depan Kasultanan Mataram Islam Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Para putra dalem di Jakarta dan Yogyakarta harus bertemu,” tandasnya. Dengan begitu, masing-masing bisa memberikan suaranya sehingga tidak terjadi sengketa. (sol)