Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Gandeng Ribuan Relawan

203
Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengecek kesiapan relawan, Selasa (12/12/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman siaga menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi akhir Desember hingga awal Januari. Instansi itu menggandeng 51 Komunitas Relawan se-Kabupaten Sleman.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Drs Joko Supriyanto MSi,  usai Apel Siaga Komunitas Relawan se-Kabupaten Sleman, Instansi Terkait dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Cuaca Ekstrem, Selasa (12/12/2017), mengatakan Komunitas Relawan di Sleman total memiliki lebih dari 1.970 anggota.

Selama dua minggu ini minimal 300 relawan siaga 24 jam bersama TNI/Polri dan masyarakat. ”Dalam cuaca ekstrem ini kami melakukan koordinasi lintas sektor dan pihak terkait agar selalu siaga,” kata Joko.

Cuaca ekstrem yang menyebabkan curah hujan tidak menentu dan angin kencang hingga  mengakibatkan banjir serta tanah longsor, memperoleh perhatian khusus Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes.

Selain komunitas relawan, Pemkab Sleman juga menyiagakan masyarakat melalui Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Sekolah Siaga Bencana (SSB) dengan leading sector BPBD Sleman.

”Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya mengandalakan relawan saja. Pemkab Sleman juga membekali masyarakat dengan membentuk 36 Destana dan 46 SSB,” jelasnya.

Apel siaga kali ini menandakan kesiapsiagaan seluruh relawan dan berbagai instansi guna menghadapi berbagai kemungkinan risiko terjadinya bencana.

“Dampak terhebat kita rasakan ketika terjadi siklon tropis Cempaka yang menyebabkan terjadinya bencana banjir dan longsor di berbagai daerah. Sleman merupakan salah satu daerah yang ikut merasakan bencana banjir dan longsor,” kata Sri Muslimatun.

Dia mengakui, perubahan cuaca tahun ini terbilang ekstrem, dilihat dari dampak yang ditimbulkannya. Untuk itu semua jajaran pemerintah, swasta, relawan dan masyarakat perlu waspada. (sol)