Hadapi Globalisasi, Generasi Muda Wajib Punya Ini

176

KORANBERNAS.ID — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Sumadi SH MH mengatakan salah satu upaya untuk menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya bagi para generasi muda dalam mewujudkan jati diri bangsa serta memperkuat pondasi diri di tengah arus globalisasi dan moderniasasi sekarang ini adalah dengan melakukan pembinaan budi pekerti dan karakter bangsa.

Karenanya Pemkab Sleman melalui Dinas Pemuda dan Olahraga telah mengambil perannya dalam pembinaan generasi muda dengan menyelenggarakan Sarasehan Pembinaan Budi Pekerti dan Karakter Bangsa Kabupaten Sleman Tahun 2017 pekan lalu.

”Persoalan jati diri dan pondasi yang kuat bagi generasi muda menjadi penting bagi kita mengingat perlahan tapi pasti generasi muda tengah dihadapkan penggerusan nilai-nilai yang tidak sejalan bahkan bertentangan dengan nilai-nilai budaya yang kita miliki,” kata Sumadi, Minggu (19/11/2017).

Menurut Sumadi, saat ini banyak kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia menjadi cermin bahwa masyarakat telah kehilangan jati diri dan lebih mengedepankan kekerasan sebagai cara memecahkan masalah yang dihadapi.

Baca Juga :  Miras Puluhan Botol Disembunyikan di Dalam Tanah

Pilihan kekerasan yang mereka ambil tidak mencerminkan kalau mereka adalah kaum terpelajar yang seharusnya bisa menjadi contoh. Budaya kekerasan dan kemerosotan akhlak yang menimpa generasi muda belakangan ini semakin terasa. Sumadi mencontohkan di Sleman sendiri, kasus klitih yang melibatkan para pelajar pernah terjadi.

“Tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama, bahwa para generasi muda yang notabene merupakan generasi penerus bangsa dan ujung tombak pembangunan kita memiliki perilaku yang tidak terpuji hingga menyentuh tindakan kriminal,” kata Sumadi.

Sumadi menambahkan dengan pembinaan budi pekerti dan karakter bangsa bagi generasi muda diharapkan mampu menjadi media, tidak hanya dalam menambah wawasan, namun juga menjadi media diskusi bagi berbagai stakeholder. Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Drs Agung Armawanta MT mengatakan bahwa sarasehan pembinaan budi pekerti dan karakter bangsa telah
diikuti lebih dari 100 peserta dengan usia 16-30 tahun yang merupakan utusan/perwakilan dari organisasi kemasyarakatan dan lembaga kepemudaan tingkat desa se Kabupaten Sleman.

Baca Juga :  Kata Petani, Sumur Pantek Lebih Irit

“Materi pembiaan yang diberikan dalam sarasehan ini meliputi peningkatan wawasan religi, budi npekerti, kedisiplinan, suksestory, dan pemuda sebagai subyek pembangunan dalam kehidupan berbangsa bernegara,” kata Agung.

Agung menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan sarasehan tersebut antara lain untuk membangun tali silaturahmi, komunikasi dan interaksi diantara stake holder pembinaan dan kompone kepemudaan.
“Selain itu juga bertujuan untuk mengupayakan pentingnya peningkatan kualitas karakter generasi muda kaitannya dengan posisi dan peran strategi pemuda bagi masa depan bangsa dan negara,” tambah Agung. (yve)