Hadapi Ujian, Siswa Belajar Malam Hari

208
SDN Kepuhan, desa Timbulharjo Sewon Bantul mengikuti kegiatan belajar malam disekolah dan diawasi oleh Kepala UPT Sewon Medi Siswantara,Mpd Kamis (3/05/2018) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Untuk bisa mendapatkan nilai ujian maksimal, berbagai cara dilakukan. Termasuk oleh SDN Kepuhan, Desa Timbulharjo,Kec Sewon Bantul  saat gelaran Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tanggal 3 Mei hingga 5 Mei mendatang.

Selama pelaksanaan ujian, siswa mengikuti  kegiatan belajar malam di sekolah dengan diampu guru kelas dan guru mata pelajaran yang diujikan yakni hari pertama Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika dan hari ketika IPA. Untuk SDN Kepuhan dibawah kendali Kepala Sekolah, Parsiyah Spd tahun ini merupakan  tahun kedua pelaksanaan  belajar  malam.

“Kami dari pihak UPT memberikan apresiasi terhadap inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Ini menjadi inspirasi bagi yang lain,”kata Kepala UPT Sewon, Medi Siswantara Mpd didampingi Parsiyah Spd kepada koranbernas.id di lokasi.

Karena langkah ini dinilai efektif untuk mendongkrak nilai siswa dan ternyata memang beberapa sekolah kemudian  mengikuti langkah SDN Kepuhan pada USBN tahun ini.  Untuk Sewon sendiri, jumlah siswa yang mengikuti ujian ada 1.250 siswa yang tersebar di 27 SD dan 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Sedangkan Parsiyah mengatakan ide untuk menggelar sekolah malam muncul ketika dirinya melakukan pengamatandi masyarakat. Ternyata  saat ujian masih ada anak yang pergi bermain, bahkan ada orang tua yang   tidak mengetahui jika anaknya ada ujian.

“Untuk itulah di sini orang tua kita libatkan  dalam kegiatan ujian. Caranya mereka wajib antar jemput saat belajar malam, sebagai wujud tanggung jawab. Juga agar anak  selesai k belajar  langsung pulang dan istrirahat di rumah, tidak bermain lagi,”katanya.

Dalam kelas belajar  malam, lanjut Parsiyah anak berangkat ashar dan sholat berjamaah di masjid sekolah. Kemudian dilakukan pembelajaran di kelas dan menjelang mahrib istirahat untuk makan bekal masing-masing dan sholat mahrib berjamaan. Setelah itu dilanjutkan hingga Isya, dan sholat isya berjamaah sebelum  pulang ke rumah masing-masing.

Paginya siswa berangkat jam 06.00 WIB sudah tiba disekolah dilanjutkan sholat dhuha, doa bersama, dan sarapan sebelum melaksanakan ujian pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB dan 10.30 WIB bagi anak inklusi..

“Saya berharap adanya sekolah malam ini akan mampu meningkatkan kerukunan antar orang tua, antar siswa, kerukunan dengan sekolah dan tentu muaranya adalah peningkatan prestasi,” katanya.

Untuk USBN tahun ini, siswa SDN Kepuhan yang ikut ada 50 anak dengan 10 diantaranya siswa inklusi. Karena memang sekolah ini  telah ditunjuk oleh Disdikpora DIY sebagai salah satu sekolah inklusi di Bantul. Mereka  diantaranya siswa dengan slow learner dan kecerdasan dibawah rata-rata.

“Seminggu dua kali guru khusus SLB datang kemari untuk mengajar mereka. Guru kami juga sudah mendapat diklat untuk menunjang SDN Kepuhan sebagai sekolah inklusi,” katanya. (yve)