Hampir Semua Rumah Sakit Tomboki BPJS

227
Drs H Sunardi Syahuri dan Drs  H Djuanda YHS memimpin rapat pengurus PDHI, Jumat (02/03/2018). (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejak diluncurkannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, masyarakat diuntungkan memperoleh akses pelayanan kesehatan murah bahkan gratis. Tapi ada konsekuensinya. Hampir semua rumah sakit harus nomboki dulu sampai klaimnya bisa cair.

Termasuk RS Islam Yogyakarta PDHI di Jalan Raya Yogya-Solo, Pulowatu Kalasan Sleman ini, yang punya piutang Rp 7 miliar per bulannya.

Alhamdulillah, setiap bulan bisa dicairkan sekitar Rp 3 miliar. Meski baru sebagian tetapi dana bisa bergulir,” kata Drs H Sunardi Syahuri, pelaksana Ketua Umum Persaudaraan  Djamaah Hadji indonesia (PDHI) pada rapat pengurus PDHI Jumat (02/03/2018) di Joglo PDHI.

Menjawab pertanyaan koranbernas.id, H Sunardi menyatakan, kondisi itu tidak sampai mengganggu dana operasional rumah sakit. Hal seperti itu lumrah dialami oleh semua rumah sakit.

Alhamdulillah, tidak sampai utang gaji para dokter. Karena dokter bagi RS merupakan aset yang harus dijaga dalam upaya pelayanan terhadap pasien,” tambahnya.

RS Islam Yogyakarta PDHI saat ini terus melengkapi baik bangunan fisik maupun pelayanan pada pasien.  Di antaranya keberadaan Unit Bedah Sentral dengan empat ruang operasi merupakan  salah satu bentuk upaya peningkatan pelayanan.

Setelah RS dilengkapi Unit Gawat Darurat (UGD) yang letaknya menonjol di pinggir jalan, keberadaan rumah sakit tersebut makin dikenal.

Sebelumnya bangunan RS itu berada 200 meter masuk ke utara sehingga keberadaannya kurang terpantau. Saat ini RS tersebut melengkapi bangunan lima lantai, yang dibangun secara bertahap.

Tanah wakaf

Dalam rapat tersebut juga disampaikan penanganan berbagai tanah wakaf yang diserahkan pemiliknya kepada PDHI untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umat.

Di antaranya calon makam Islam PDHI yang ada di Banyakan Sitimulyo Piyungan Bantul. Saat ini tinggal melengkapi jalan menuju makam. Sedang pembangunan tebingnya sudah diselesaikan Pemda DIY.

Mengenai kelanjutan pembangunan masjid dan Muslimah Center di Pleret Bantul di atas tanah wakaf keluarga Hj Rohani, sudah tersedia dana Rp 250 juta.

Pengajian Ahad Pon (04/03/2018) berlangsung Masjid Nurul Ahmad Dusun Kanoman  IV Panjatan Kulonprogo. Di tempat itu PDHI akan membantu pengumpulan dana untuk pembangunan masjid.

Sudah ada mushala tapi kurang mencukupi kebutuhan umat. Masyarakat setempat sangat antusias mewujudkan masjid impiannya  seluas 11 x 12 meter, melibatkan 200 orang warga menjadi panitia.

Seperti biasanya PDHI akan membantu dana. Menurut Sekretaris Umum PDHI  Drs H Djuanda YHS, jumlahnya Rp 2,5 juta berasal dari infak pengajian PDHI. (sol)