Hanya 30 Menit, 8.000 Tiket Mandiri Jogja Marathon Sold Out  

228
Pandu Buntaran, Sapto Winarno, Aris Riyanto, Maristella Tri Haryanti dan Sahala Parlindungan Siahaan, saat memberikan penjelasan terkait event MJM 2018, Senin (09/04/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Bank Mandiri bersama Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2018. Ajang yang mempertandingkan kategori full marathon (42,195 km), half marathon (21 km), 10 km dan 5 km ini akan dihelat pada 15 April 2018 di kawasan Candi Prambanan dengan peserta mencapai 8.000 pelari dari dalam dan luar negeri.

Penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon tahun ini, akan lebih mengangkat dan mempromosikan kekayaan budaya dan produk lokal sehingga dapat memacu pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Event ini juga menggandeng berbagai instansi terkait seperti Pemkab Sleman, Kepolisian Daerah Yogyakarta serta PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, untuk mendukung kelancaran acara, termasuk pengaturan lalu lintas sehingga tidak mengganggu pelari dengan tetap menjaga kelancaran aktifitas masyarakat.

Para pelari yang mengikuti ajang ini sebagian besar berasal dari wilayah Jabodetabek dan kota-kota lain di Indonesia, serta beberapa negara lain seperti Malaysia, Jepang, Kenya, Brunei Darussalam, Irlandia, India, China, Brazil, Singapura, Filipina dan Australia.

“Mereka akan melintasi lokasi-lokasi tujuan wisata seperti Candi Roro Jonggrang, Candi Plaosan, Monumen Taruna, kawasan pertanian serta lingkungan pedesaan dengan berbagai kearifan lokalnya. Dari ajang ini, diharapkan kunjungan wisata ke wilayah Yogyakarta dan sekitarnya akan semakin meningkat,” kata Aris Riyanto, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam penjelasannya, Senin (09/04/2018).

Pada penyelenggaraan tahun ini, lanjut Aris, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dan Bank Mandiri, melibatkan lebih banyak lagi sekolah, sanggar, komunitas seni dan kelompok-kelompok lainnya untuk berperan aktif pada Mandiri Jogja Marathon. Sehingga, kesenian dan tradisi lokal Yogyakarta dapat lebih dikenal secara luas, baik oleh pelari, keluarga pelari, maupun pendukung lainnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communications Bank Mandiri Maristella Tri Haryanti mengemukakan, untuk memperkuat nilai tambah bagi perekonomian lokal, pihaknya telah bekerjasama dengan berbagai hotel dan pelaku ekonomi lokal, termasuk penjual jajanan pasar dan kuliner khas Keraton Yogyakarta serta penyediaan pisang lokal untuk konsumsi pelari.

“Kami telah membeli lebih dari 8 ribu pisang dari berbagai penjual di wilayah Yogyakarta, menyediakan kuliner khas Keraton Yogyakarta, jajanan tradisional khas Yogyakarta dan lainnya yang dapat dinikmati pelari dan pengunjung Prambanan di race village Mandiri Jogja Marathon 2018,” ujar Maristella.

Untuk kelancaran transaksi, Bank Mandiri juga telah menyiapkan jaringan pembayaran non tunai. Skema transaksi non tunai ini merupakan bagian dari upaya memasyarakatkan cashless society yang telah dicanangkan pemerintah.

Bank Mandiri dibantu race organizer juga melakukan sosialisasi dan penyebaran informasi rute marathon melalui berbagai kanal komunikasi agar masyarakat dapat memilih alternatif rute lain jika harus bepergian. Adapun rute tersebut dapat dilihat di www.mandirijogjamarathon.com

Direktur Pemasaran TWC Sahala Parlindungan Siahaan mengemukakan bahwa, TWC mendukung penyelenggaraan event ini karena dapat mendorong pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Yogyakarta, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Tanah Air.

“Kami mendukung acara ini karena dapat memantu penciptaan ekosistem yang positif bagi kepariwisataan di Indonesia,” ujar Sahala.(*/SM)