Hanya Butuh Waktu 3 Tahun, KUBE Sejahtera dan Pendampingnya Raih Juara I Nasional

188
Ahmad Ngirfatul Wakhit, Ketua KUBE Sejahtera Dusun Nambongan, Caturharjo, Sleman menunjukkan sprei hasil produksi KUBE Sejahtera. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sejahtera Dusun Nambongan, Caturharjo, Sleman yang diketuai oleh Ahmad Ngirfatul Wakhit dan pendampingnya Puji Lestari, meraih juara 1 dalam “Evaluasi KUBE dan Pendamping Berprestasi tahun 2017”. Penyerahan hadiah dilakukan di Bogor, Rabu (29/11) lalu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sri Murni Rahayu menyampaikan, dalam penilaian pada tanggal 27-29 November 2017 lalu, masing-masing kelompok dan pendamping dari 34 provinsi melakukan presentasi dan menunjukkan bukti pada tim penilai. Sebagai juara 1 KUBE Berprestasi mendapatkan piagam dan uang pembinaan Rp 15 juta dan juara 1 Pendamping Berprestasi mendapatkan piagam dan uang pembinaan Rp 7 juta.

“Para pemenang akan menerima penghargaan pada puncak acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang dipusatkan di Surabaya pada 20 Desember 2017 nanti,” kata Sri Murni  di Kantor Dinsos Sleman, Selasa (5/12).

Baca Juga :  Buka Bersama Pererat Silaturahim

Menurutnya, evaluasi KUBE Berprestasi merupakan salah satu bentuk pembinaan terhadap kelompok KUBE yang secara rutin diselenggarakan oleh Dinsos Kabupaten Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur perkembangan KUBE, memberikan motivasi, dan memberikan bantuan stimulan tambahan berupa pemberian hadiah dan uang pembinaan.

Ahmad Ngirfatul Wakhit, Ketua KUBE Sejahtera mengatakan bahwa KUBE Sejahtera mulanya didirikan pada tahun 2014 dengan anggota 10 orang keluarga miskin dan memiliki modal awal Rp 1 juta hasil iuran anggotanya.

Di tahun 2015, KUBE yang bergerak di bidang konveksi dengan produk sprei dan hijab ini mendapat bantuan program penumbuhan KUBE sebesar Rp 20 juta dari Dana Dekonsetrasi Dinsos DIY.

Baca Juga :  Ada Kesalahan Penulisan Nama Parpol

Pada 2016 KUBE Sejahtera menjadi KUBE berprestasi tingkat Kabupaten Sleman dan maju tingkat DIY pada 2017 meraih juara 1.

“Alhamdulillah diajukan ke tingkat nasional kami juga bisa meraih juara 1 lagi,” jelasnya.

Wakhit menambahkan bahwa kelompoknya ini memiliki usaha jahit serta sablonase yang dikelola oleh 10 anggota, 4 anggota pengembangan dan 11 sub penjahit kini mampu memproduksi 40 buah sprei perhari dan 300 hijab perminggu. Omzet yang didapat KUBE Sejahtera mencapai Rp 8-9 juta perbulannya.

“Pemasaran hijabnya sudah menjangkau Singapura dan Malaysia, karena kami juga melakukan penjualan secara online,”tambah Wakhit.

Untuk tahun 2018 nanti, Sleman akan mewakilkan KUBE FM Sejahtera XII dari Yapah, Sukoharjo, Ngaglik untuk mengikuti evaluasi KUBE tingkat DIY. (SM)