Harga Bahan Pokok Terpantau Stabil

241
Tim Dinas Perindustrian DIY dan TPID Sleman memantau harga komoditas di gudang distributor CV Tri lestari Jalan Kabupaten No 2 Kronggahan Trihanggo Gamping Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Ketersediaan dan harga kebutuhan bahan pokok menjelang lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah terpantau stabil dan tercukupi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Trisakti, saat melakukan pantauan harga kebutuhan pokok di tingkat distributor bersama TPID Kabupaten Sleman di Gudang distributor CV Tri lestari Jalan Kabupaten No 2 Kronggahan Trihanggo Gamping Kabupaten Sleman, Kamis  (31/05/2018).

Trisakti mengatakan keseluruhan harga relatif stabil bahkan ada yang mengalami penurunan seperti bawang putih, minyak goreng, dan gula.

Namun, ada hanya beberapa komoditas yang mungkin mengalami kenaikan seperti telur dan ayam menjelang Lebaran karena kebutuhan yang meningkat. “Pada umumnya stok maupun harga terkendali,” kata Trisakti.

Dia juga menjamin stok stabil hingga menjelang lebaran, bahkan stok beras sudah terjamin aman untuk 3,5 hingga 4 bulan ke depan.

Distributor Komoditas Bahan Pokok CV Tri lestari, Arif Budiono, mengatakan memang ada kenaikan permintaan sebesar 10 persen pada bulan Ramadan kali ini. “Akan ada kenaikan permintaan sebesar 20 persen menjelang lebaran nanti,” kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Tri Endah Yitnani, mengatakan kebutuhan seperti beras, gula pasir dan minyak goreng masih stabil.

Bahkan terjadi penurunan harga pada komoditas cabai merah dari Rp 33.269 per kilogram menjadi Rp 26.620. Sedangkan daging ayam naik dari Rp 32.000 menjadi Rp 33.650, telur ayam dari harga Rp 21.538 menjadi Rp 23.130 per kilogram.

Sebelum melaksanakan pantauan harga, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Trisakti melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok.

Berdasarkan Permendag Nomor 20 tahun 2017, setiap pelaku usaha distribusi barang kebutuhan pokok yang mendistribusikan barang kebutuhan pokok wajib memiliki Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok (TDPUD Bapok).

Dia mengimbau semua pelaku usaha tingkat distributor segera melakukan pendaftaran secara online. Sudah ada lima distributor dari DIY mendaftarkan diri. “Disarankan segera melakukan pendaftaran secara online,” kata Trisakti.

Pendataan distributor bermaksud untuk mencegah melambungnya harga bahan pokok di pasaran. (sol)