Harga Beras Medium Tak Terkendali

205
Kegiatan bongkar muat beras di los Pasar Tumengungan, Kebumen, Minggu (07/01/2018)(nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kebijakan pemerintah untuk mengendalikan harga beras, khususnya beras kualitas medium dengan cara menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) ternyata belum mampu mengendalikan harga beras kualitas medium. Harga beras kualitas medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kebumen dalam sepekan terakhir ini sudah mencapai Rp 10.500, sementara HET pemerintah Rp 9500 per kg.

Harga beras medium paling murah, disinyalir beras program Beras rakyat sejahtera (Rastra) yang tidak dikonsumsi masyarakat miskin yang berhak membeli. Harga beli Rasta untuk masyarakat miskin beras kualitas ini Rp 1500 per kg. Pembeli Rastra dari Bulog disinyalir menjual sebagian beras haknya, dengan harga lebih dari Rp 6.000 per kg.

Baca Juga :  Ki Seno Nugroho Siap Gebrak DPRD DIY

Pengamatan koranbernas.id di los Pasar Tumenggungan, Kebumen Minggu (07/01/2018) menunjukkan ada kelangkaan beras lokal di pasar Kabupaten Kebumen. Pedagang di loos beras mengaku, sebagian besar beras yang diperdagangkan berasal dari luar Kabupaten Kebumen. Seperti beras Delanggu, Klaten.

Harga beras lokal pun, sudah tinggi. Agar bisa terbeli konsumen dan mendapat untung, pedagamg mengaku ada beras yang dioplos dengan beras rastra dengan beras lokal.

“Jika tidak dioplos, harga tidak nyandak,“ kata seorang pedagang beras sambil menunjuk beras medium oplosan dengan harga Rp10.500 per kg.

Harga beras kualitas medium murni, tidak dioplos dengan beras Rastra harganya sudah diatas Rp 11.000 per kg. Harga beras asal Delanggu misalnya, pedagang menjual dengan harga Rp 12.000.

Baca Juga :  Menteri Lukman:  Agama Bukan untuk Merendahkan

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebumen Siti Masyuroh, SH yang dikonfirmasi membenarkan ada kenaikan harga beras kualitas medium. Kenaikan itu disebabkan faktor cuaca, serta makin berkurangnya stok beras di tangan petani. (yve)