Harga LPG 3 Kg di Klaten Sampai RP 17 Ribu

348
Warga Jatinom antri membeli LPG 3 kilogram di pangkalan milik Sukardi di Kelurahan Jatinom. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Program konversi minyak tanah ke LPG yang telah berjalan lebih dari 10 tahun ternyata belum efisien. Sebab LPG tabung 3 kilogram yang dikhususkan untuk warga tidak mampu diduga salah sasaran.

Ketidak efisienan program tersebut dikarenakan warga mampu juga banyak menggunakan dan pangkalan juga disinyalir menjual melebihi ketentuan.

Adalah Barjo, pengelola pangkalan LPG 3 kilogram di Desa Wangen Polanharjo Klaten. Saat ditemui di pangkalan milik temannya bernama Sutiyoso, dia mengaku menjual LPG 3 kilogram kepada masyarakat sekitar dengan harga Rp 17 ribu/tabung.

” Harganya Rp 17 ribu pak,” katanya, Senin (26/2) sore.

Diceritakan, LPG 3 kiligram yang dia distribusikan kepada warga dipasok agen PT Riani Makmur Delanggu. Setiap minggu dia menerima kiriman 3 kali dengan setiap pengiriman 60 tabung. Selain jatah resmi dari Riani Makmur, pangkalan itu juga mendapat jatah dari sopir agen lainnya sebanyak 10 hingga 15 tabung.

Baca Juga :  Tidak Hanya Ambil Air Tapi juga Tanam Pohon

Penjualan LPG 3 kilogram melebihi ketentuan diduga terjadi di pangkalan LPG lainnya di Kecamatan Tulung.

Ny Bagyo, pemilik warung makan di Desa Tulung Kecamatan Tulung. Ditemui di warung miliknya di pinggir Jalan Klaten-Boyolali, dia menceritakan membeli LPG 3 kilogram di pangkalan LPG milik sang adik yang berada disamping warungnya.

“Disitu saya beli Rp 18 ribu per tabung. Padahal yang punya adik saya. Semua orang sudah tahu kalau harga resmi di pangkalan Rp 15.500 tapi dijual Rp 18 ribu,” ujarnya

Saat dikonfirmasi, Badarudin pemilik pangkalan tersebut mengelak menjual dengan harga Rp 18 ribu. “Kalau saya tetap jual Rp 15.500. Mungkin dia beli seharga Rp 18 ribu pada saat yang melayani adalah istri atau anak saya. Sebab saya juga kerja di kantor kepala desa Tulung sebagai Kaur Umum,” kata Badarudin.

Baca Juga :  Ibu-ibu Sorosutan Sambut HUT Kota Jogja

Badarudin mengalui pangkala miliknya itu dikirimi LPG 3 kilogram dari agen PT Parama Laksita. Namun karena tingginya permintaan warga maka setiap kali ada pengiriman langsung habis.

Di tempat terpisah, kedua agen tersebut belum bisa dikonfirmasi. (yve)