Harga Sayuran Justru Melonjak di Musim Hujan

186
Pedagang sayuran di salah satu pasar Temanggung. Musim penghujan berdampak pada naiknya harga sayur. (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Harga sayuran di Temanggung mengalami kenaikan sejak musim hujan yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir ini.

Sejumlah petani di Kecamatan Kandangan sebagai salah satu sentra penghasil sayuran di Kabupaten Temanggung, merasakan pengaruh musim hujan yang cukup ekstrem tahun ini.

Sebagian petani mengalami kegagalan saat panen. Hal ini berdampak pada penjualan sayuran khususnya di bulan Desember.

Waliyati (35) seorang petani sayur di Kandangan Temanggung, Jumat (29/12/2017) mengaku selama musim hujan dia mengalami kerugian sekitar 80 persen.

Pengaruh intensitas hujan yang tinggi menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti lalat buah dan terjadinya pembusukan pada batang.

Kurangnya pasokan sayuran di pasaran menyebabkan harganya melonjak naik. Seperti harga sawi saat musim kemarau hanya Rp 1000 per Kg sekarang mencapai Rp 3.000 per Kg.

Baca Juga :  Khitanan Massal, Ingat Pohon Jambu

Sayuran bayam pada saat musim kemarau Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per Kg kini mengalami kenaikan menjadi Rp 3.000 per Kg.

Demikian pula harga kol yang biasanya Rp 2.000 per Kg saat ini mencapai Rp 6.000 per Kg, terong dari harga Rp 1.500 per Kg sekarang mencapai Rp 5.000 per Kg, kobis dengan harga awal Rp 1.500 per Kg sekarang mencapai Rp 5.000 per Kg.

Waliyati mengakui saat kemarau biasanya dia mendapatkan keuntungan lebih dariĀ  Rp 200.000 setiap harinya, sedangkan saat ini ia mendapatkan keuntungan Rp 100.000 per hari. (sol)