Harga Telur Merangkak Naik

201
Bhabinkamtibmas Desa Argodadi, Aiptu Bariyadi mengecek harga sembako di Pasar Sungapan, Desa Argodadi, Sedayu, Senin (18/12/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sepekan menjelang natal disusul tahun baru, stok sembako di Bantul mencukupi. Kendati permintaan melonjak, namun tidak ada kelangkaan stok di pasaran.

Dari berbagai komoditas yang ada, harga telur yang terpantau merangkak naik yakni Rp 5.000-Rp 6.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 19.000 kini di kisaran Rp 24.000-Rp 25.000 per kilogram. Sedangkan komoditas lain harga relatif stabil.

Hal itu diketahui saat anggota Sat Intelkam Polsek sedayu bersama Bhabinkamtibmas Desa Argodadi, Aiptu Bariyadi melakukan monitoring harga sembako dan sayur mayur di Pasar Sungapan, Senin (18/12/2017).

Harga beras terpantau pada kisaran Rp 11.000 per kilogram, beras ketan Rp 20.000 per kilogram, gula pasir Rp 12.000 per kilogram, minyak goreng Rp 12.500 per liter, daging sapi Rp 125.000 per kilogram, daging ayam Rp 32.000 per kilogram, cabe merah Rp 30.000 per kilogram, cabe rawit Rp 20.000 per kilogram, garam krosok Rp 5.000 per kilogram, garam batangan Rp 25.000 per batangan, sayur brokoli Rp 30.000 per kilogram dan seledri Rp 30.000 per kilogram. Harga ini relatif sama dengan awal bulan Desember ini.

“Kami melakukan pemantauan dalam rangka memastikan stok di pasaran dan juga harganya. Dari monitoring kami dapati fakta bahwa tidak ada kelangkaan barang, jadi masyarakat tidak perlu risau menjelang perayaan Natal dan tahun baru, sembako dipastikan aman,” kata Aiptu Bariyadi.

Sementara Suryani seorang pedagang sayur mayur menuturkan jika persediaan dagangan di tempatnya selalu ada. Pasokan juga lancar. “Stok mencukupi dan tidak ada kenaikan yang terlalu tinggi,”katanya.

Pekan lalu Pemkab Bantul bersama Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) DIY juga melakukan monitoring harga di beberapa pasar tradisional Bantul. Turut dalam monitong adalah Bappeda Bantul, Diperpautkan Bantul,DPUPKP Bantul, Dinas Perdagangan dan Balai POM DIY. Dari monitoring didapati jika harga sembako relatif sbabil dan kalaupun naik pada kisaran Rp 500-Rp 1.000 tiap kilogramnya.

“Yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah jenis udang putih yakni Rp 8.000 per kilogram. Dari sebelumnya Rp 72.000 menjadi Rp 80.000 per kilogram,”kata Deden Rokhanawati Kabag Analisa Kebijakan produktifitas Biro Administrasi Perekonomian DIY.

Hal ini diduga karena pengaruh cuaca buruk dan gelombang tinggi sehingga tangkapan nelayan menurun yang berdampak pada berkurangnya pasokan ke pasaran. (yve)