Haryadi : “Nambani Ati Lara Luwih Angel”

139
Irwan Hidayat menyerahkan santunan secara simbolis untuk kaum dhuafa di Yogyakarta, Selasa (22/05/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, penyakit yang paling sulit disembuhkan adalah penyakit hati. Karena itu, Ramadan ini adalah saat yang tepat untuk semua orang memelihara dan menyehatkan hati.

Memberikan sambutan dalam acara Pemberian Santunan untuk 1.000 Dhuafa di Yogyakarta yang diprakarsai oleh PT Sido Muncul, Haryadi mengatakan, kegiatan berbagi semacam ini merupakan bagian dari upaya untuk memelihara kesehatan hati.

“Dhuafa itu artinya adalah lemah. Bukan miskin lho ya, tapi lemah. Jadi kita harus berterimakasih kepada Sido Muncul, karena kegiatan ini Insyaallah menguatkan hati kita semua. Menyehatkan mental dan jiwa kita,” kata Haryadi, Selasa (22/05/2018).

Menurut Haryadi, kalau yang sakit atau lemah adalah fisik, maka akan lebih mudah untuk mengobatinya. Tapi kalau yang lemah adalah mental atau jiwa, itu memerlukan waktu yang tidak sebentar dan butuh perjuangan keras, terutama dari orangnya sendiri.

“Salah satu ciri jiwanya lemah adalah opo-opo gelem. Bapak ibu yang sekarang hadir, ada yang mewakili warga yang tidak hadir kan?. Titipannya nanti diuntet tidak?. Kalau ada yang nguntet itu artinya jiwanya lemah. Jadi, mohon setiap amanah disampaikan apa adanya ya bapak ibu. Kita harus jadi orang yang sehat jiwanya. Kuat hatinya. Yang sekarang sudah hadir semoga tahun mendatang kondisinya jauh lebih baik, sehingga bisa gantian dengan warga lainnya,” pinta Haryadi disambut jawaban kesanggupan dari warga dhuafa yang hadir untuk menerima santunan

Baca Juga :  Aparatur Negara Wajib Netral

Direktur PT Industri Jamu dan Obat Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat menyampaikan, kegiatan pemberian santunan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan perusahaannya. Tahun ini,pihaknya menyerahkan santunan senilai Rp 150 juta untuk 1.000 dhuafa di Kota Yogyakarta.

Bersamaan dengan santunan berupa uang tunai, Irwan juga menyerahkan bingkisan parcel berupa produk-produk dari Sido Muncul.

“Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Selain di Jogja, kegiatan serupa juga kita gelar di Semarang 24 Mei 2018,” kata Irwan.

Kegiatan serupa, selama ini digelar rutin setiap Ramadan. Selain Semarang dan Jogja, kegiatan juga pernah dilakukan di Jakarta, Depok, Bekasi, Kerawang, Purwakarta, Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Surabaya dan Bali serta Lampung, Medan serta beberapa kota besar lainnya.

Baca Juga :  Di Sini akan Dibangun Mal dan Hotel

“Ramadan mengajarkan kita semua untuk terus memperbaiki diri. Kita harus menebar kebaikan dan mengasah kepekaan sosial. Jadi, saya berharap, bapak ibu yang sekarang hadir setelah Ramadan harus lebih baik. Saya juga mengajak semua pihak, terutama perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia untuk sebisa mungkin memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Irwan juga menceritakan bahwa embrio dari perusahaan Sido Muncul sesungguhnya dari Yogyakarta. Saat masih berupa jamu godogan, orangtua Irwan Hidayat adalah warga Jogja yang membuka usaha di Ketandan.

Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan ini kemudian terus berkembang dan menjadi pabrik jamu dan farmasi modern di Semarang.

“Setiap perusahaan akan besar dan berkembang karena mendapat dukungan dari masyarakat. Jadi sudah semestinya kita juga mengembalikan sebagian keuntungan untuk masyarakat,” tandas Irwan. (SM)