Hasil Panen Turun, Petani Tetap Gembira

421
Petani di Desa Tanuharjo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, memanfaatkan jalan desa untuk menjemur padi, Kamis (3/8). (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Petani padi sawah berpengairan teknis di beberapa kecamatan  Kabupaten Kebumen Jawa Tengah merasakan hasil panen padi pada Musim Tanam (MT) II tahun 2017 menurun  dibanding MT I. Memang, hasil panen gabah kering  (GKP) turun sampai 30 persen dibanding hasil GKP MT I, namun para petani tetap bergembira karena kualitas  gabah kali ini lebih baik dibanding MT I.

Seorang petani warga  Desa Tanuharjo Kecamatan  Alian Kebumen Sukarjo (60) kepada koranbernas.id Kamis (3/8/2017) mengungkapkan,  hasil padi  di sawah berpengairan  teknis  miliknya menurun cukup lumayan. Di  lahan seluas 70 ubin  atau 980 meter persegi, pada MT I,  panennya bisa 8 kuintal lebih. Pada MT II kali ini, hasilnya hanya 5,6  kuintal. “Tapi gabahnya sekarang lebih padat,“  kata Sukarjo, di sela-sela menjemur padi di jalan desa.

Menurunnya produksi padi kali ini, menurut sejumlah petani, disebabkan musim kemarau dan pasokan air dari Saluran Induk Wadaslintang Barat di bawah kebutuhan normal. Saat itu padi usia muda membutuhkan air irigasi  cukup banyak.  Jebolnya saluran Induk Wadaslintang Barat di Desa Bojongsari Kecamatan Kebumen pada April 2017, menjadi penyebab pasokan  air ke sawah berpengairan teknis menurun.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kebumen Puji Rahayu menyatakan benar terjadinya penurunan  produksi padi/gabah pada MT II. Ini terjadi  pada sawah- sawah berpengairan teknis di bagian paling hilir saluran irigasi. Kualitas  gabah memang lebih baik, dibanding MT I. Karena pada MT I saat musim penghujan kadar air gabah  lebih tinggi dibanding MT II. (sol)