Hasto Prihatin Kemiskinan Tak Seimbang dengan Pilkada

223
Bupati Hasto Wardoyo mengamati dokumen di Rumah Pintar Pemilu. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo merasa prihatin dengan tingginya tingkat kemiskinan di Kulonprogo. Padahal tingkat kecerdasan masyarakat berdasarkan partisipasi Pilkada, cukup tinggi. Keprihatinan itu dia ungkapkan Kamis (24/08/2017), pada acara peresmian Rumah Pintar Pemilu (RPP) di KPU Kulonprogo.

“Seharusnya ada keseimbangan, partisipasi dalam Pilkada yang mencerminkan kecerdasan warga berimbang dengan angka kemiskinan yang semakin rendah. Namun kemiskinan di Kulonprogo masih banyak,” ujarnya.

Pemerintah Daerah sangat mendukung diresmikan RPP di KPU Kulonprogo ini untuk meningkatkan pendidikan politik para pemilih. “Kulonprogo sudah termasuk tinggi karena partisipasinya 79,2 persen pada Pilkada kemarin. Saya berharap angka ini bisa dipertahankan, syukur bila bisa ditingkatkan. Kemudian di Pileg 2019, saya kira sangat kompleks. Karena di sana akan ada pilihan legislatif, ada pilihan DPD, kemudian ada pilihan presiden,” kata Hasto Wardoyo.

Peresmian RPP dilakukan oleh Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, ditandai pembukaan selubung papan nama dilanjutkan pengguntingan buntal oleh Bupati Hasto Wardoyo. Dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulonprogo, Muh Isnaini.

Juga ditandatangani  Perjanjian Kerja Sama dengan Plt Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Kulonprogo Dra Henry Tatik Widayati dan penandatanganan perjanjian kerja sama antara KPU
Kabupaten Kulonprogo dengan Rektor IKIP PGRI Wates, Jumarin.

Ketua KPU Kulonprogo, Muh Isnaini, menyatakan,  RPP merupakan
program nasional yang didirikan dengan tujuan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat, terkait dengan nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan.

“Jadi dengan adanya RPP ini, kami berharap proses penyampaian pemahaman terhadap nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan bisa lebih masif dan kita laksanakan lebih baik. Artinya dengan RPP ini kami terbuka untuk siapa pun hadir di KPU, untuk mengetahui tentang sejarah pemilu, tentang hasil-hasil pemilu, tentang apapun berkait dengan pemilu dan demokrasi. Di RPP ini ada tempat simulasinya, ada dokumentasinya,”jelasnya. (wid/sol)