Hasto Tegaskan Tak Ingin Jadi Penonton Bandara

135
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo berdialog dengan anggota DPR RI. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan, sumber daya asli kabupaten ini harus diprioritaskan, sejak pembangunan bandara hingga operasional nantinya. Pemkab maupun masyarakat tidak ingin hanya menjadi penonton.

Penegasan ini dia sampaikan di hadapan Komisi V DPR RI serta Dirut PT Angkasa Pura di Gedung Kaca Pemkab, Senin (09/10/2017).

Menurut Hasto, masyarakat Kulonprogo mendukung penuh pembangunan NYIA. Ada keyakinan, bandara akan membawa peningkatan kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah. Namun demikian PT Angkasa Pura juga harus peduli dengan masyarakat dan Pemda.

“Misalnya saja masalah kebutuhan air bersih Pemkab Kulonprogo mempersiapkan suplai air bersih sebesar 500 liter per detik. Salah satunya khusus untuk keperluan bandara ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Giliran Magelang Hujan Abu dan Pasir

Pimpinan Komisi V DPR RI Sigit Sosiantama menyatakan, kunjungannya tersebut untuk melihat progres pembangunan NYIA.

“Mengenai kendala pembebasan lahan yang masih empat persen, kami yakin Jogja akan dapat menyelesaikan. Dan kami harap segera diselesaikan” ujarnya.

Keberadaan bandara selain akan membuat ekonomi daerah berkembang, juga menampung ribuan tenaga kerja.

Dia juga berpesan NYIA memunculkan kekhasan Jogja. “Jangan sampai budaya Jogja tercerabut tidak tampak di sana,” ujarnya.

Dirut PT Angkasa Pura Danang Baskoro memaparkan, NYIA dari angkasa akan nampak motif batik kawung, demikian juga bagian atap dari dalam ruangan, nuansa kawung mendominasi.

“Di kawasan airport city akan ada homestay bernuansa Jogja, ini sedang dibicarakan dengan Sultan. Di sini meski tampak kota juga akan ada sawah meski di tengah kota,” ujarnya.

Baca Juga :  Senam HUT Korpri Bertabur Doorprize

Danang Baskoro juga memaparkan tentang jumlah investasi yang dikeluarkan oleh PT Angkasa Pura, bekerja sama dengan perbankan serta mitra kerja PT Angkasa Pura.

Mengenai prospeks NYIA diyakini akan merubah peta travel wisata di Asia. “Selama ini wisatawan asing ke Indonesia transit di Singapura lebih dulu. NYIA dengan landasan pacu 3.200 meter lebar 60 meter maka pesawat berbadan besar akan dapat mendarat,” ungkapnya.

Dengan demikian wisatawan mancanegara, dari negara asalnya langsung mendarat di NYIA. “Tidak perlu transit lebih dahulu di Singapura,” ungkapnya. (sol)