Hasto Tidak Kapok Temui Warga Penolak Bandara

363

KORANBERNAS.ID– Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo tidak kapok menemui warga penolak bandara yang tetap ngeyel. Sebaliknya, warga menyambut kedatangan bupati dengan sikap yang tidak mengenakkan malam itu.

Hasto menyatakan akan mendatangi warga satu persatu.

”Ya nggak lah. Kapok itu kan kalau ada pamrih tertentu. Sedangkan pamrih kami itu hanya ingin membantu warga yang harus terelokasi. Kalau nggak ketemu, gimana penyelesaiannya?.  Saya pasti akan menemui warga lagi, hari ini atau besok. Itu harus,”kata Hasto di tengah acara Bulan Bakti Gotong royong Masyarakat (BBGRM) di Desa Sukoreno, Sentolo, Kamis (26/04/2018).

Hasto menyebut tidak harus optimistis warga akan bersedia membuka ruang dialog. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo datang membantu warga untuk berdialog. Ini sebagai proses yang harus dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar atau usaha penyelesaian permasalahan.

Dengan pertemuan itu, pihaknya berharap warga penolak dibukakan hatinya dalam menyikapi persoalan.

“Diterima atau tidak, itu urusan nomor tiga lah. Kami hanya silaturahmi dan menyampaikan dengan baik. Kalau belum sempat menyampaikan dan mereka digusur terus gimana?. Itu kan warga kami,” jelas Hasto.

Mengenai kapan pengosongan lahan, Hasto mengaku belum tahu. Karena hal itu menjadi ranah kewenangan PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa pembangunan bandara.

Namun, pada Kamis (26/04/2018) ini menurutnya akan ada rapat koordinasi antara pemerintah daerah dan AP I sekaligus bersilaturahmi dengan Pura Pakualaman.

“Pembahasan saya kira akan menyangkut persiapan untuk pengkondisian pasca SP III (surat peringatan pengosongan lahan). Pelaksanaan belum ditentukan, nanti saya kira akan ditentukan,” kata Hasto.

Bagi warga yang masih bertahan di dalam area lahan Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan bandara itu, menurutnya masih ada upaya nembantu mereka.  Misalnya warga yang tidak punya tanah lain akan direlokasi ke lahan Paku Alam Ground (PAG). Sedangkan warga yang memiliki bidang tanah lain di luar IPL akan dibantu .

Seperti diberitakan, AP I pada Rabu (25/04/2018) lalu melayangkan 71 pucuk SP III pengosongan lahan kepada sejumlah warga sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan dalam tahapan pembebasan lahan.

Penolakan warga untuk menerima surat tersebut dicatatkan dalam berita acara dan didokumentasikan. Namun begitu, AP I masih bungkam dan belum mau menyebutkan waktu pengosongan lahan tersebut. Namun langkah ini bisa dipastikan sebelum memasuki Ramadhan atau pertengah Mei 2018 nanti.

“Setelah SP III, kami akan lakukan pengosongan dengan langkah tegas namun terukur dan tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat. Kita lihat nanti. Karena ini jadi keputusan bersama antara AP I, Pemda, dan aparat. Belum diputuskan waktunya. Ya, secepatnya lah. Saya kira jangan sampai Ramadhan,” jelas Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA PT AP I, Agus Pandu Purnama.(SM)