Hati-hati Gunakan Dana Desa

239
Papan informasi Desa Tulung terlihat memuat pendapatan asli desa, anggaran belanja desa. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Hati-hati dalam menggunakan dana desa yang digelontorkan pemerintah. Jangan sampai dana tersebut digunakan tidak tepat sasaran.

Untuk mengantisipasi hal itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan(Kemenko PMK) Republik Indonesia berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan bantuan itu

Saat berkunjung ke Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten, Senin (14/08/2017) sore, Menteri PMK Puan Maharani mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pedesaan, Kementerian Dalam Negeri, BPK dan KPK untuk mengawasi tindaklanjut penyaluran dana desa.

“Apa saja yang harus dilakukan dengan dana desa itu tentu saja melibatkan Kementerian Keuangan. Sampai saat ini anggaran ada di Kementerian Keuangan. Kemendagri punya tanggungjawab untuk mengawasi melalui aparaturnya di semua daerah mulai dari provinsi, kabupaten/kota hingga desa,” ujarnya.

Jadi kata dia, ini yang namanya koordinasi dan gotong royong yang insya Allah kedepan semakin baik dan dana desa tepat sasaran. Juga bagaimana perencanaannya sehingga satu hal yang terpenting adalah dana desa itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin

Mengikutsertakan seluruh komponen masyarakat desa mulai dari perencanaan dan penggunaannya. Dan apa saja secara konkrit hasil yang telah diperoleh.

Bantuan dana desa disebutkan telahb 90 persen diserap. Pemanfaatan harus menyeluruh dan mendatangkan manfaat. Sebagai contoh di Klaten besarnya dana desa hampir semua sama tapi mengapa tidak bisa seperti Ponggok. Tentu itu terkait kondisi demografi, geografi dan potensi desa masing-masing.

Sementara itu untuk transparansi pemanfaatan dana desa, Pemkab Klaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (Dispermasdes) mengjimbau pemdes untuk membuat papan informasi kegiatan di desa masing-masing.

“Tujuannya agar transparan dan semua warga bisa tahu tentang informasi anggaran dan kegiatan di desanya,” kata Kabid Penataan dan Administrasi Desa Dispermasdes Kliwon Yoso saat ditemui di tempat terpisah.

Kliwon menambahkan bagi desa yang belum memasang papam informasi desa agar segera memasang. Sebab papan informasi itu penting bagi warga. (Masal Gurusinga/yve)