Hati-hati Gunakan Pewarna Lanting

221

KORANBERNAS.ID — Peringatan bagi para perajin lanting dan kerupuk. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang meminta mereka untuk berhati-hati memilih pewarna makanan.

“Sebab banyak perajin pangan yang masih menggunakan pewarna berbahaya,” ujar Kepala BPOM Semarang Endang Pudjiwati disela sosialisasi dan fasilitasi pencegahan penggunaan bahan berbahaya pada pangan bagi 220 perajin lanting dan kerupuk di Kabupaten Kebumen, Jumat (11/8/2017).

Menurut Endang, masih ditemukan penyalahgunaan bahan makanan berbahaya pada pangan, terutama industri rumah tangga dan jajanan anak sekolah. Penyalahgunaan itu salah satunya disebankan rendahnya kepedulian masyarakat terhadap keamanan pangan.

Rendahnya kepedulian, tidak hanya pada produsen pangan, tetapi juga konsumen. Kemudahan untuk mempeoroleh bahan berbahaya, juga menjadi factor lain penyalahgunaan bahan pangan berbahaya .

Baca Juga :  Sejumlah 21 DPD Dukung Munaslub Partai Golkar

Faktor lain harga yang relatif rendah, serta keefektifan fungsi dari bahan berbahaya untuk menghasilkan efek yang diinginkan dalam pangan. Masyarakat tidak tahu tentang dampak negatif bagi kesehatan yang tidak langsung terlihat atau dirasakan, juga menjadi problem pencegahan penggunaan bahan berbahaya pada pangan.

“Pelaku usaha diharapan mengubah hal ini,“ kata Endang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, masih banyak ditemukan krupuk yang menggunukan bahan pewarna yang tidak aman yang berbahaya bagi tubuh. Seperti penggunaan Rhodamin B pada krupuk. Penggunaan bahan berbahaya pada pangan ini berbahaya karena Rhodamin B pewarna untuk tekstil.

BPOM Semarang berharap, ada perubahan kesadaran produsen kerupuk, dalam penyalahggunaan bahan berbahaya . Produsen menjadi lebih tahu dan mau menggunakan pewarna pangan dan tidak berlebihan daklam pemakaianya.

Baca Juga :  Karpet Bersih Air pun Lancar

“Sosialisasi ini salah satu langkah untuk meminimalkan kebocoran bahan berbahaya di pasaran,” kata Endang.

Di Kabupaten Kebumen hingga sekarang ada 60 unit perajin kerupuk di Kecamatan Karanggayam, dan 160 unit perajin lanting di Kecamatan Kuwarasan. umlah perajin lanting terus berkembang, setelah lanting menjadi ikon kuliner khas Kebumen. (Nanang WH/yve)