Hati-hati Potensi Kebakaran di Mall

117
Simulasi kebakaran di JCM, Senin (02/04/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Demi meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya bencana kebakaran, Jogja City Mall mengadakan simulasi kebakaran yang diadakan pada Senin (02/04/2018). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Tenant dan Karyawan Management Jogja City Mall, serta Karyawan Management The Rich Jogja Hotel.

Simulasi kebakaran ini juga bekerjasama dengan Damkar Sleman, PMI Sleman, dan Polsek Mlati. Kegiatan diadakan di semua lantai dan area – area yang berpotensi terjadi peristiwa kebakaran, tetapi lebih difokuskan di tiga titik yakni, Area Drop Off Jogja City Mall, salah satu tenant yang berada di Lantai 2, serta Pintu Darurat Peony (restaurant The Rich Jogja Hotel).

“Semoga apa yang telah dikonsepkan dapat berjalan dengan baik, semua harus siap dan semua perlu memperhatikan keselamatan masing – masing,” ujar Hariadi Bain, General Manager JCM disela acara.

Baca Juga :  Candibinangun Desa Anti Politik Uang

JCM saat ini telah memenuhi standar keamanan, seperti, Smoke Detector, Hit Detector, Tangga Darurat, Sprinkler, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta Hydrant disetiap lantainya. Kegiatan simulasi bencana dilakukan setahun tiga kali dan setiap bulannya, tim Security Jogja City Mall juga melakukan pelatihan internal.

Diharapkan dengan diadakan kegiatan seperti ini, nantinya seluruh karyawan dapat menjadi pionir keselamatan untuk pengunjung Jogja City Mall. Sebab mereka menjadi garda depan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Nantinya karyawan Jogja City Mall dan The Rich Jogja Hotel dapat membantu pengunjung untuk menuju jalur evakuasi,” paparnya.

Sementara Agus dari PMI Sleman menyatakan, saat terjadi kebakaran maka perlu dilakukan adalah menolong diri sendiri terlebih dahulu sebelum menolong orang lain. Kenali lokasi tempat bekerja dan titik emergency exit yang tersedia.

Baca Juga :  Luangkan Waktu Berkumpul tanpa Gadget

“Apabila melihat titik api, gunakan apapun yang bisa digunakan. Dan semua harus bersinergi untuk menangani kejadian,” paparnya.

Perwakilan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman, Indratno menyampaikan, saat evakuasi korban yang terpenting adalah jangan panik.

“Mencarikan jalur evakuasi yang paling pendek dan tidak perlu tergesa – gesa sampai nantinya berkumpul di assembly point,” ungkapnya.(*/yve)