Hentikan Buang Sampah ke Sungai

94
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menghadiri Silaturahim Relawan Kampung Tangguh Bencana Kelurahan Suryatmajan Kota Yogyakarta, Rabu (05/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Langkah penanggulangan bencana akan lebih efektif jika ada peran serta masyarakat. Langkah ini bisa ditempuh dengan cara melibatkan warga agar mencinta lingkungan. Sudah saatnya warga melakukan aksi nyata menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai supaya tidak menimbulkan bencana.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyatakan hal tersebut saat bertemu ratusan relawan pada acara Silaturahim Relawan Kampung Tangguh Bencana Kelurahan Suryatmajan Danurejan Kota Yogyakarta, Rabu (05/09/2018).

“Kita ketahui di Jogja ada sungai Code dan Winongo. Cinta lingkungan harus kita praktikkan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan tertib tidak membuang sampah sembarangan ini risiko terjadinya banjir bisa diminimalisir. Demikian juga mengurangi risiko genangan air yang dapat menimbulkan berbagai penyakit,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY itu.

Politisi muda yang aktif sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY  dapil Kota Yogyakarta ini menyampaikan data sejak 2013 hingga 2018, DPRD DIY bersama Pemda DIY sudah membangun 218 desa tangguh bencana serta kampung tangguh bencana (destana/katana).

Baca Juga :  Gunung Merapi Meletus Lagi

“Kita harapkan tahun 2019 dapat membangun 25 destana/katana termasuk kelurahan Suryatmajan. Alhamdulillah dari destana/katana yang ada sudah dibentuk forumnya sehingga dapat mempermudah koordinasi dengan Kelurahan Tangguh Bencana,” kata dia.

Hadir dalam kesempatan itu anggota DPRD Kota Yogyakarta Suwarto dan Febri Agung Herlambang, keduanya dari fraksi PDI Perjuangan, serta Ketua LPMK Suparyanto.

Di hadapan sekitar 100 relawan tangguh bencana Kota Yogyakarta,  Eko Suwanto menyampaikan penanggulangan bencana mencakup tiga hal penting yaitu pencegahan, kedaruratan dan kesiapsiagaan serta rehabilitasi rekonstruksi.

Pengurus Desa Tangguh Bencana (Destana) difasilitasi Pemda DIY menjadi pelopor penanggulangan bencana dan Kampung Tangguh Bencana (KTB) difasilitasi Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Ada lagi Kampung Siaga Bencana yang difasilitasi APBN. Katana/Destana, KTB dan KSB perlu disinergikan menjadi kekuatan masyarakat yang tangguh dalam penanggulangan bencana,” kata Eko Suwanto.

Baca Juga :  THR PNS Dijadwalkan Cair 4 Juni

Dia menegaskan salah satu hal penting dalam penanggulangan bencana adalah aspek pencegahan. Pemda memfasilitasi berbagai kegiatan, di antaranya pelatihan agar tanggap, tangkas dan tangguh menghadapi risiko bencana.

“Kita juga mendorong pemda fasilitasi teknologi informasi untuk mendukung program penanggulangan bencana,” tambhanya.

Febri Agung Herlambang menyatakan secara periodik kegiatan penanggulangan bencana dijalankan, misalnya saat menghadapi musim hujan dilakukan pembersihan bantaran sungai.

“Forum KTB tingkat kecamatan secara periodik melakukan kegiatan lapangan. Termasuk simulasi penanggulangan kebakaran yang difasilitasi bersama unit pemadam kebakaran Kota Yogyakarta, keberadaan forum KTB dan koordinasi dengan katana penting dijalankan,” kata Febri Agung Herlambang.

Sementara Suwarto menyatakan saatnya dari Yogyakarta ditumbuhkan kesadaran partisipasi warga dalam penanggulangan kebencanaan.

“Penanganan bencana itu butuh partisipasi masyarakat dengan cara yang benar.  Ayo rakyat dan warga Yogyakarta mulai aktif, bencana itu bukan tontonan dan sekarang waktunya berlatih bersama tanggulangi bencana  dengan cara yang benar,” kata Suwarto. (sol)