Hewan Kurban Dijamin Aman dan Sehat

276
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI memantau hewan kurban di Pasar Hewan Gamping, Selasa (15/08/2017). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Sebagai jaminan hewan kurban yang akan disembelih pada Hari raya Idhul Adha aman dan sehat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman  dipimpin Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI melakukan pemantauan hewan kurban di Pasar Hewan Gamping, Selasa (15/08/2017).

Ikut mendampingi Kepala Biro Administrasi  dan SDA Setda DIY, Ir Sugeng Purwanto MMA,  Kepala Dinas Perindag Dra Tri Endah Yitnani MSi, Kepala Bappeda Ir Kunto Riyadi, Kepala Bagian Pembangunan  Ir Dwi Anta Sudibya MT, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Ir Suwandi Azis.

Dwi Anta Sudibya mengatakan, pemantauan ketersediaan dan pemeriksaan hewan kurban dimaksudkan untuk mendapatkan informasi di lapangan terkait kesiapan Pemkab Sleman menyediakan hewan kurban baik di pasar hewan, pasar tiban, pusat penjualan hewan kurban, Rumah Potong Hewan dan kandang-kandang komunal peternak.

Selain itu, juga untuk mendapatkan informasi terkait hasil pemantauan kesehatan hewan kurban, berikut langkah-langkah  pencegahan dan tindak lanjut penanganan  apabila ditemukan hewan kurban mengidap penyakit, serta untuk mendapatkan informasi sebagai bahan penyusunan kebijakan pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Sleman.

Selain itu, juga untuk memastikan kondisi hewan kurban yang akan disembelih saat Hari Raya Idul Adha nanti, serta ketersediaan hewan kurban  yang benar-benar sehat di Kabupaten Sleman dapat mencukupi dengan baik.

Pemantauan hewan kurban bukan hanya di pasar hewan Gamping saja, namun juga di 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman dengan melibatkan  Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman yang bekerja sama dengan petugas dari UGM serta pihak lain.

Sri Purnomo menyampaikan ketersediaan ternak sapi di Kabupaten Sleman tahun 2017 53.022 ekor, kambing 36.586 ekor dan domba 72.362 ekor. Di kabupaten ini terdapat sekitar 478 kandang kelompok ternak khususnya ternak sapi. Kandang kelompok menyediakan ternak sapi potong untuk kurban.

Menurut Sri Purnomo,  pemantauan hewan kurban  meliputi  pemeriksaan fisik hewan dan dokumen/surat keterangan  asal  usul  dan kesehatan hewan.

“Yang jelas selama beberapa tahun dilakukan pemantauan hewan kurban  secara rutin, belum pernah ditemukan  adanya ternak sapi  yang harus dikarantina, ditolak ataupun  diafkir karena penyakit hewan menular misalnya Anthrak, penyakit mulut dan kuku, dan lainnya,” kata dia.

Sedang lokasi  pemeriksaan dan pemantauan hewan kurban meliputi lingkungan masjid dan mushala maupun tempat pemotongan hewan kurban.

Jumlah petugas pemeriksa/pemantau pemotongan hewan kurban tahun 2017 terdiri PNS Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan 70 personel, THL Dinas P2K 11 orang, Kader Kesehatan Hewan 69 orang dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM sebanyak 50 orang.

Sri Purnomo menegaskan ketersediaan hewan kurban khususnya sapi mencukupi dengan harga masih wajar. Artinya kenaikan harga tidak terlalu tinggi. Yang tidak kalah penting adalah cara-cara penyembelihan hewan kurban agar ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

Pada saat pemantauan hewan kurban di Pasar Hewan Gamping, Sri Purnomo membagikan buku panduan dan leaflet pemotongan hewan kurban kepada para pedagang dan masyarakat. (bid jalasutra)