Hiasi Rumahmu dengan Bacaan Quran

Agar Terasa Sejuk, Nyaman dan Damai

326
Peringatan Nuzulul Quran di Mushala Al-Muhtadin Piyungan Bantul, Sabtu (02/06/2018) malam. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Ratusan warga Dusun Payak Srimulyo Piyungan Bantul tumpek blek di halaman Mushala Al-Muhtadin, Sabtu (02/06/2018) malam. Sebagian berada di dalam mushala, selebihnya di halaman.

Mereka khusyuk mengikuti pengajian akbar dalam rangka Nuzulul Quran, peristiwa penting menandai turunnya kitab suci Al Quran pada 17 Ramadan. Nuzulul Quran kali ini bertema Al Quran sebagai Petunjuk dan Rahmatan Lil Alamin.

Agus Wahyudi selaku Sekretaris Takmir mengatakan pihaknya menghadirkan Ustad Rustam Nawawi SpdI untuk membangkitkan spirit Nuzulul Quran. Dia adalah penulis buku kiat sukses ceramah dari Jokerten Timbulharjo Sewon Bantul.

Tampak hadir, Kepala Dusun Payak Wetan, Lulut Triyono dan Penasehat Takmir, Sugeng Ahmad.

“Melalui Nuzulul Quran ini kita berharap memperoleh rida dari Allah SWT. Jamaah dapat membiasakan diri membaca Al Quran di rumahnya sambil mendidik anak-anak mereka,” ujar Agus Wahyudi, Guru SD Muhammadiyah itu.

Membaca Al Quran di Mushala juga berguna menumbuhkan semangat kebersamaan, sehingga dapat membangun lingkungan yang agamis dan nasionalis.

Di hadapan jamaah, Ustad Rustam menyampaikan kitab suci Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan petunjuk hidup umat Islam agar senantiasa mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Al Quran.

Sehingga, masyarakat menjadi maju, makmur dan sejahtera. Peristiwa 17 Ramadan dan hari kemerdekaan 17 Agustus memiliki pertautan sangat erat dalam sejarah bangsa Indonesia.

CEO Bimbel Nurus Jogja itu mengajak jamaah untuk  memakmurkan mushala dan menghiasi rumahnya dengan bacaan Al Quran. Rumah yang di dalamnya tidak pernah dibacakan Al Quran sama halnya dengan kuburan.

“Dengan dibacakan Al Quran rumah kita itu terasa sejuk, nyaman, damai, harmoni, penuh keberkahan dan banyak malaikat merahmatinya bagaikan di surga serta mendapatkan rida dari Allah SWT,” kata dia.

Allah memberikan reward dari proses membaca dan kesungguhannya dengan  mengatakan alif lam mim itu bukan satu huruf melainkan tiga huruf karena alif sendiri, lam sendiri dan mim juga sendiri.

“Jadi, dalam setiap satu huruf itu apabila dibaca maka kebaikannya dilipatgandakan sepuluh kebaikan,” ungkapnya. (sol)