Hitam di Atas Putih Tertulis Rp 25 Miliar

180
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menerima surat pernyataan dari Bayudono, Pengageng Pura Pakualaman. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo Rabu (30/08/2017) memenuhi janjinya kepada warga penggarap Paku Alam Ground (PAG) yang terdampak bandara. Pagi-pagi sekali bersama Sekda serta beberapa pejabat dengan lima kepala desa terdampak bandara, mereka menuju Pura Pakualaman.

“Saya memenuhi janji untuk menyampaikan keinginan warga soal kepastian tali asih penggarap PAG. Saya ditemui Pak Bayudono, pengurus Pengageng Pura Pakualaman. Alhamdulillah setelah kami sampaikan persoalan kami, keinginan warga terdampak dikabulkan,” ujar Hasto Rabu siang seusai dari Pura Pakualaman.

Seperti diberitakan, seratusan warga penggarap PAG yang terdampak bandara di Temon minta agar Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menemui Paku Alam X guna memperoleh kepastian, apakah warga akan memperoleh tali asih dari menggarap PAG yang kemudian dibeli untuk bandara.

Baca Juga :  Angkasa Pura Laporkan Pelaku Perusakan

Warga resah lantaran mereka belum memperoleh tali asih, sementara lahan sudah diratakan untuk pembangunan bandara.

“Di Pura Pakualaman setelah menyampaikan maksud tujuan, permintaan warga ternyata langsung disanggupi. Saya menunggu surat pernyataan hitam di atas putih dibuat. Dan setelah ditandatangani Pak Bayudono, baru kami pulang ke Kulonprogo membawa surat tersebut,” tutur Hasto.

Dia menjelaskan, dalam surat pernyataan tersebut warga penggarap akan memperoleh tali asih sebesar Rp 25 miliar. Hasto tidak menjelaskan, apakah dia sempat menawar dengan nilai lebih tinggi seperti yang diinginkan salah seorang warga atau tidak.

Hasto hanya menjelaskan, dana tali asih akan diserahkan setelah dana cair. Dana belum cair karena kepemilikan PAG ada yang menggugat.

Baca Juga :  Warga Apatis dengan Putusan Konsinyasi

Sekda Kulonprogo, Astungkoro, menjelaskan Pura Pakualaman digugat tiga kali. Pertama digugat di PN Wates Kulonprogo, disusul gugatan lainnya. Kemudian digugat lagi di PN Yogyakarta. “Pura Pakualaman digugat bersama dengan BPN oleh seseorang,” ungkap Astungkoro.

Hasto menegaskan, setelah ada pernyataan resmi hitam putih dari Pura Pakualaman, warga menjadi tenang dan proyek pembangunan bandara berjalan cepat tanpa gangguan.

“Surat hitam di atas putih untuk tali asih penggarap PAG sudah ada. Saya berharap pembangunan bandara terus berjalan dengan cepat dan lancar,” ujar Hasto Wardoyo. (wid/sol)