Hujan Datang, Pengunjung Pantai Harus Waspada Longsor

390
Anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, memasang rambu tanda rawan longsor di kawasan pantai di Gunungkidul, Senin (16/10/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Untuk mengantisipasi longsor di wilayah pantai, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, memasang rambu tanda rawan longsor di Pantai Baron, Kukup, dan Pantai Sepanjang. Hal ini dilakukan karena intensitas hujan semakin tinggi dan membawa resiko terjadinya longsor.

Aktifis FPRB Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari,  Surisdiyanto mengatakan, pemasangan rambu ini dilakukan sebagai bentuk respon terkait runtuhnya tebing beberapa waktu lalu di sekitar Pantai Baron.

“Kita berusaha untuk mengingatkan masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati zona bahaya tanah longsor,” katanya disela kegiatan pemasangan rambu, Senin (16/10/2017).

Menurutnya, ada delapan rambu rawan longsor yang dipasang untuk wilayah rawan longsor di pantai wilayah Tanjungsari.

“Kami memasang delapan rambu di Pantai Baron, Kukup, dan Sepanjang. Dipasang di tebing Ngungap yang longsor beberapa waktu lalu,”tambahnya.

Diakui, selain rambu rawan longsor, pihaknya juga memasang rambu untuk larangan merusak terumbu karang. Nantinya diharapkan para pengunjung tidak merusak batuan yang ada di sekitar pantai.

“Ada dua rambu yang kami pasang untuk himbauan tidak merusak terumbu karang,”ucapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hari Sukmono mengatakan, pasca robohnya tebing Pantai Sadranan tahun 2015 lalu yang menewaskan 4 orang wisatawan dan melukai belasan lainnya, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan ahli geologi, dan menyebutkan jika kawasan pantai selatan merupakan batuan terumbu karang batuan lunak dan mudah larut jika terkena ombak.

Untuk itu, pihaknya sudah memasang puluhan rambu peringatan agar wisatawan tidak berteduh di bawah tebing. Namun demikian, pihaknya memastikan kawasan pantai selatan aman dikunjungi wisatawan, dan tidak perlu khawatir, asal mematuhi rambu yang ada.

“Kita sudah memasang 50-an titik dan kita akan berkoordinasi dengan BPBD untuk memasang rambu tambahan,”pungkasnya.(SM)