Hujan Lebat Sebabkan Air Kali Bedog Meluap, Warga Gemahan “Tersapu Banjir”

267
Kegiatan simulasi bencana banjir di Dusun Gemahan, Desa Ringinharjo, Bantul, Minggu (15/04/2018). (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Hujan lebat mengguyur wilayah Dusun Gemahan, Desa Ringinharjo, Bantul sejak Sabtu (14/04/2018) malam. Hujan deras yang terus mengguyur, membuat debit air di Sungai Bedog yang mengalir di dekat pemukiman warga sekitar pukul 02.30 WIB, Senin (15/04/2018) meluap dan masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Sirine segera dibunyikan oleh petugas Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) sehingga semua warga terjaga.

Petugas dari Pemerintah Desa melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas, Babinsa serta Bhabinkamtib, BPBD serta pihak terkait yang segera menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir.

Perahu karet dikerahkan ke lokasi. Proses evakuasi diawali dengan menyelamatkan kaum lansia dan anak-anak, baru menyusul warga lainnya. Selanjutnya warga dibawa ke dataran tinggi berupa lapangan Dusun Gemahan. Di sana sudah dibangun tenda untuk istirahat.

Mereka yang luka segera mendapat pengobatan. Yang lukanya parah, langsung dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan warga yang selamat dan sehat turut serta ikut masak di dapur umum.

Demikian yang tergambar, saat dilakukan simulasi penanganan bencana banjir di Dusun Gemahan yang diikuti oleh 400 warga setempat pagi hingga siang hari, Minggu (15/04/20180).

“Kegiatan simulasi ini kami lakukan setiap tahun dengan tempat berganti-ganti. Demikian juga jenis  simulasinya. Pernah kami simulasi kebakaran, gempa dan kali ini banjir,” kata Kasi Pemerintahan Desa Ringinharjo, Nur Wicaksana yang juga penanggung jawab kegiatan kepada koranbernas.id di lokasi.

Tujuan kegiatan, lanjut Nur Wicak agar masyarakat siap dan tidak gagap menghadapi bencana yang datangnya tidak bisa diprediksi. Dengan demikian pelatihan bisa meminimalisir adanya korban akibat bencana tersebut.

Bupati meninjau lokasi simulasi di Dusun Gemahan Desa Ringinharjo, Bantul Minggu (15/4/2018). (Sari Wijaya/koranbernas.id)

Hal itu juga sebagai bagian dari amanah UU Nomor 24/2007 tertanggal 26 April 2007 tentang pengurangan resiko bencana. Tahun 2017 yang terlibat secara nasional 10, 5 juta penduduk. Dan tahun 2018 ini rencana 25 juta penduduk Indonesia terlibat dalam kegiatan simulasi.

“Bupati Bantul juga menginstruksikan bulan ini agar semua wilayah mengadakan simulasi menghadapi bencana,” katanya.

Bupati Bantul H Suharsono sendiri nampak hadir di lokasi simulasi pada siang harinya. Orang nomor satu di Bantul tersebut melihat berbagai kelengkapan untuk penanganan bencana.

“Kita semua harus selalu mewaspadai bencana dan kita harus tanggap bencana. Salah satunya dengan simulasi yang diikuti semua komponen sehingga semua tanggap apa yang akan dilakukan seadainya bencana yang tidak dikehendaki itu terjadi,” katanya. (SM)