Hujan Membuat Petani di Klaten Was-was

288
Petani tembakau di Klaten was-was dengan hujan yang mulai turun beberapa hari terakhir. Hujan akan menurunkan kualitas tembakau dan otomatis juga akan merusak harga jualnya. (dokumentasi)

KORAN BERNAS,ID–Para petani tembakau di wilayah Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten mulai was-was menyusul turunnya hujan beberapa hari terakhir. Mereka mengkhawatirkan harga tembakau akan turun.

Sudarmaji, petani tembakau di Desa Nangsri mengatakan ketika belum turun hujan, dirinya optimis hasil tembakau tahun ini bisa mendatangkan untung.

“Kemarin sebelun turun hujan sudah senang karena harga tembakau sudah bagus. Ditambah lagi cuaca mendukung. Pokoknya kemarin itu sudah senang karena hasil tahun ini bisa buat bayar utang,” katanya kepada koranbernas.id ini.

Beberapa pekan lalu harga tembakau kata dia sudah sangat baik dan pabrikan seperti sudah melakukan pembelian. Itupun bagi tembakau rajangan kering yang sudah dipanen. Padahal di kebun masih banyak tembakau yang belum dipanen. Tanaman yang belum sempat dipanen itulah dikhawatirkan rusak dan tidak laku karena diguyur hujan beberapa hari terakhir.

Kepala Desa Solodiran Aryanta Sigit Suwanta mengatakan tanaman tembakau di wilayahnya diperkirakan masih berproduksi hingga November. Namun dia tidak bisa memprediksikan nasib tanaman yang belun dipanen dan terguyur hujan.

“Sampai November panenan masih ada. Tapi kalau hujan sudah turun tidak tahu nasibnya seperti apa,” ujarnya.

Dia yang juga mitra pabrik rokok mengatakan saat ini harga tembakau sedang bagus meski tergantung grade atau kelasnya.

“Yang paling murah Rp 40 ribu. Tapi harga tembakau paling bagus di tahun 2015 bisa mencapai Rp 150 ribu per kilogram,” kata Sigit, panggilan akrab Aryanta Sigit Suwanta. (SM)