I-Jempol, Inovasi dari Piyungan Berbuah Penghargaan

228

KORANBERNAS.ID — Berbagai inovasi dilakukan oleh aparatur pemerintah supaya bisa melayani masyarakat secara maksimal. Salah satunya dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Piyungan yang sejak Januari 2017 menerapkan sistem I-Jempol yakni “IUMK Jemput Bola dan Online”. IUMK merupakan Izin Usaha Mikro dan Kecil.

Hingga kini setidaknya pihak kecamatan sudah mengeluarkan 800 izin dan sampai akhir tahun ini diharapkan bisa mencapai angka 1.000 perizinan. Semua dibuat secara simpel dan  mudah.

“Bahkan kami akan jemput bola bagi pemilik usaha yang sibuk seperti pedagang. Bagi yang tidak bisa menulis, nanti pendamping kami yang akan membantu mengisi form-nya,” kata Saroyo Heriyanto, Camat Piyungan, pekan lalu.

Setelah jadi, mereka akan diberi surat undangan dari kecamatan untuk penyerahan izin, tidak dipungut biaya alias gratis.

Ayah dari  Citra Maula Anidita dan Satriya  Daru Mukti ini juga memaksimalkan sistem online. Masyarakat Piyungan yang ingin mengurus IUMK bisa membuka website www.iumk-piyungan.com dan bisa mengisi data lalu submit.

Setelah itu, yang bersangkutan tinggal membawa nomor registrasi dan syarat yang dibutuhkan ke kecamatan.

Adapun IUMK yang telah diterbitkan di antaranya untuk para pedagang makanan, pedagang minuman, pedagang sayur keliling, pemilik toko, tukang jahit maupun bordir, bengkel, perajin tahu tempe, serta jenis usaha lain yang tidak ada limbahnya.

“Untuk usaha yang menghasilkan limbah misal laundry kami belum berani mengeluarkan izin. Karena harus ada kajian lebih lanjut,” kata alumni Sospol UGM tahun 1987 tersebut.

Pria yang mengawali karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak tahun 1993 di jajaran Pemkab Bantul itu juga selalu berkoordinasi dengan para lurah guna memaksimalkan pelayanan.

“Dukungan dari lurah se-Piyungan sangat berarti bagi suksesnya pelayanan ini,” kata  Camat Saroyo. Adapun punggawa lurah yang selalu mendukung segala program kecamatan untuk Desa Srimartani adalah H Mulyana, Desa Srimulyo Lurah Drs Wajiran serta Desa Sitimulyo, Lurah H Juweni SE.

Penghargaan

Apa yang dilakukan oleh pria kelahiran Sleman 56 tahun tersebut itu pun kini diganjar dengan penghargaan dari Pemkab Bantul, sebagai salah satu Top Ten Inovasi di Kabupaten Bantul.

Bahkan dalam waktu dekat inovasi yang digagas oleh pria yang pernah menjabat Camat Imogiri, Pandak dan Bantul itu akan berlaga di tingkat nasional.

“Saya berharap penghargaan ini bukan sekadar penghargaan saja, namun bagaimana ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Piyungan,” katanya.

Apalagi IUMK banyak manfaatnya, salah satunya untuk syarat pinjaman kredit tertentu di bank maupun pinjaman kredit di lembaga keuangan lain seperti UPK Kecamatan.

Bukan IUMK saja yang dipermudah tetapi juga digulirkan pinjaman modal yang bersumber dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK). Permodalan ini dimaksudkan untuk mendukung UMKM di Piyungan.

UPK berdiri usai gempa bumi dahsyat 27 Mei 2006. Dari modal awal Rp 2,5 miliar yang bersumber dari dana PNPM, saat ini aset UPK sudah mencapai Rp 6 miliar.

Di antara program andalan UPK adalah Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang sudah  dinikmati 2.000 orang peminjam lebih dan tersebar di 200 kelompok. “Alhamdulillah untuk kredit macet nol,” katanya.

Dari UPK, dana surplus yang  didapatkan selanjutnya digunakan untuk beragam kegiatan. Seperti beasiswa pendidikan, bantuan bedah rumah, bantuan jaringan listrik, bantuan alat usaha, khitanan massal, bantuan untuk penderita gizi buruk dan tahun 2018 ditambah bantuan untuk difabel.

Dana itu juga dimanfaatkan untuk pelatihan toga, pelatihan kewirausahaan, pelatihan Pengurusan Izin Industri Rumah Tangga (PIRT), pengolahan kentang, tempe, dan sukun, pelatihan merajut, kerajinan akrilik serta pembuatan bros. Ada juga bonus atau reward bagi yang mengangsur sebelum jatuh tempo dan tertib. (sol)