Ibadah Jumat Agung Teladani Yesus di Kayu Salib

419
Jemaat di Gereja HKTY Ganjuran, Bambanglipuro,Bantul mencium salib Yesus yang dibawa oleh Prodiakon dalam Misa Jumat Agung, Jumat (30/3/3018) malam. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Ibadah Jumat Agung sebagai rangkaian Tri Hari Suci Paskah berlangsung lancar di Bantul, Jumat (30/03/2018). Seperti di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bambanglipuro Bantul yang merupakan gereja terbesar di Bantul, terlihat ribuan umat Katolik mengikuti ibadah khusus kisah sengsara dan wafat Yesus Kristus atau disebut ibadat khusus Jumat Agung.

Misa dipimpin oleh Romo Eko Pr. Dalam bacaan Injil Kitab Yohanes tentang kisah sengsara dan wafat Yesus Kristus, umat diminta merenungkan pengkhianatan murid Yesus setelah perjamuan suci, Yudas Iskariot terhadap Yesus dan Simon Petrus yang menyangkal diri sebagai murid Yesus hingga tiga kali.

Selain itu usaha Pontius Pilatus membebaskan Yesus dari hukuman salib namun gagal. Akibatnya Yesus dihukum salib di Bukit Tengkorak atau Bukit Golgota. Saat di salib, kaki dan tangan Yesus dipatahkan dengan dipaku ke salib, lambung-Nya ditombak hingga mengucurkan darah segar.

Baca Juga :  Jadi Orangtua yang Solutif, Bagaimana Caranya ?

Sementara dalam homilinya Romo Eko Pr mengatakan Jumat Agung dilaksanakan setelah sehari sebelumnya ada perayaan Kamis Putih yang ditandai dengan pembasuhan kaki oleh romo pada jemaat laiknya Yesus kepada para muridnya di Getsimane dalam Perjamuan Suci. Tujuanya agar nanti para murid melakukan yang sama yakni mengasihi
sesama dan melayani sesama.

“Kini umat Katolik diajak untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Krsitus untuk menebus dosa manusia dan menggenapi firman Allah. Jadi malam ini kita bukan merayakan wafatnya Yesus, namun merayakan kisah sengsara dan wafat Yesus Kristus,” katanya.

Dirinya juga meminta agar umat Katolik meneladani apa yang dilakukan Yesus, yakni mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Usai Homili, jemaat di gereja HKTY Ganjuran diajak memberi penghormatan salib dengan mencium salib Yesus yang dibawa oleh Prodiakon.

Ribuan jemaat mengikuti misa Jumat Agung di Gereja Katolik Santa Theresia Gubug, Desa Argosari,Sedayu Bantul, Jumat (30/03/2018) petang. (istimewa)

Sementara di Gereja Gubug, misa dipimpin Romo Yohanes Triwidiyanto Pr dan diikiti sekitar 2.500 umat Katolik. Adapun tema yang diambil adalah “Jadilah Pelopor Peradaban kasih Dengan Kata dan Perbuata Benar”.

Baca Juga :  Ternyata Perempuan-perempuan Ini Membuat Jokowi Pusing

“Mengenang wafatnya Yesus Kristus akan mengalahkan kebencian dan dendam demi kebahagiaan,”kata Romo Yohanes.

Ibadah Jumat Agung di kedua gereja ini berjalan aman dan lancar. Petugas kepolisian, TNI dibantu oleh elemen lain melakukan pengamanan baik secara terbuka ataupun aparat berpakaian sipil.

Di Sedayu pengamanan dipimpin Iptu Edy Suyanta Kasikum Polsek Sedayu serta Serma Jujuk dari Koramil 02/Sedayu. Begitupun untuk gereja lain yang ada di Bantul ibadat berjalan lancar.

Ibadah Jumat Agung di Gereja Santo Yakobus Bantul, Jumat (30/03/2018). (hesti apri wulandari/koranbernas.id)

Secara terpisah, Romo Dominikus Doni Ola, Pr yang memimpin ibadah Jumat Agung di Gereja Santo Yakobus Bantul mengungkapkan, Jumat merupakan Hari Cinta. Yakni cinta Yesus terhadap umat-Nya sehingga mengorbankan diri-Nya di kayu salib.

“Cinta Yesus pada umat-Nya adalah cinta sehabis-habisnya hingga mengorbankan nyawa-Nya,” imbuhnya.(yve)