Ibu Hamil Boleh Naik Pesawat. Apa Syaratnya?

233
Narasumber memberikan keterangan dalam jumpa pers “Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di Pesawat STTKD” di kampus tersebut, Rabu (17/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bagi seorang ibu yang sedang hamil, diwajibkan untuk menjaga kandungannya agar bayi dan ibu tetap sehat seperti diharapkan.

Namun karena berbagai keperluan, tidak jarang seorang ibu hamil harus bepergian menggunakan pesawat terbang. Tentu ada beberapa syarat harus dipenuhi ketika seseorang akan terbang menggunakan pesawat kala berbadan dua.

“Memang diizinkan seorang ibu hamil untuk naik ke pesawat terbang. Tentu dengan persyaratan tertentu. Untuk  jurusan  pramugari sudah kita bekali dengan pengetahuan dan kemampuan tersebut,” kata Marsda TNI (Purn) Udin Kuniadi SE MM, Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) saat jumpa pers  event Relaksasi dan Edukasi ibu hamil di pesawat STTKD,  Rabu (17/01/2018), di kampus tersebut.

Hadir dalam kesempatan tersebut Saptono Aji  Handoyo MBA selaku Humas RS Sakinah Idaman, Sri Mulyani AmdKeb terapis dari RS Sakinah Idaman serta ketua Forum Taaruf Indonesia (Fortais) Sewon, RM Ryan Budi Nuryanto SE.

Baca Juga :  Diskusi Kebangsaan Digelar Lagi

Namun tentu saja, harus ada hal-hal yang dipenuhi sebelum bumil naik ke pesawat sehingga nyaman saat melakoni penerbangannya.

Semua hal tersebut akan dipraktikkan  saat kegiatan “Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di Pesawat STTKD, Minggu (21/01/2018) pagi di pesawat yang dimiliki STTKD. Pendaftaran  hingga 20 Januari di Fortais Sewon dengan  kuota peserta 200 orang.

Kegiatan itu merupakan rangkaian Dies Natalis ke-23 STTKD Yogyakarta. Selain kegiatan di atas pesawat, juga akan dilakukan sosialisasi dan konsultasi gratis paripurna oleh dokter spesialis kandungan, spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis syaraf dan spesialis gizi yang dikomandani Dr Nur Muhammad Artha Msc Mkes SPA, Direktur RS Sakinah Idaman.

Baca Juga :  Cukup Tunjukkan Fotokopi KK dan Akta

Sementara Sri Mulyani mengatakan untuk bisa naik pesawat ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya  surat keterangan  dari dokter yang menyatakan kehamilannya aman.

Sebaiknya jangan melakukan penerbangan di saat kehamilan di bawah 16 minggu karena kondisi ibu hamil di usia itu sering mual ataupun muntah.

Juga jangan melakukan penerbangan di atas kehamilan 32 minggu, karena suplai udara yang minim di dalam pesawat bisa memicu reaksi atau konstraksi. “Saya sarankan jangan terlalu banyak minum, agar tidak sering ke kamar kecil,” katanya.

Jangan lupa ibu hamil harus melakukan gerakan-gerakan tertentu, agar kaki tidak mengalami pembengkakan. (sol)