Ibu, Ini Pentingnya MP-ASI Bagi Anak Anda

197
Gubes FK UGM, Mohammad Juffrie di Grand Pacific Convention, Jumat (11/08/2017). (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Para ibu, pemberian MP-ASI atau makan pertama pada balita selain ASI sangat penting. Sebab kandungan zat gizi pada MP-ASI, tidak saja berperan penting untuk pertumbuhan fisik tubuh tetapi juga untuk pertumbuhan otak, perkembangan perilaku, motorik, dan kecerdasan si kecil.

“Momen makan pertama pada balita memberikan banyak manfaat penting baik untuk jangka pendek untuk dalam jangka panjang, agar mereka menjadi mudah beradaptasi dengan makanan baru,” ungkap guru besar Fakultas Kedokteran UGM, Mohammad Juffrie disela Milna 1st Bite Day di Grand Pacific Convention, Jumat (11/08/2017).

Menurut Juffrie, WHO atau Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Setelahnya balita perlu diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dan aman serta ASI diteruskan sampai usia 2 tahun.

Namun dalam prakteknya, banyak anak yang tidak diberikan makanan sesuai dengan yang direkomendasikan. Berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2013 menunjukkan tingginya angka kejadian perawakan pendek atau stunting pada anak balita, yaitu sebesar 37,2%.

Angka ini menunjukan dampak kurang gizi jangka panjang, yang terjadi khususnya pada 1000 hari pertama pertumbuhan Si Kecil. Penting sekali bagi keluarga untuk dapat memberikan ASI eksklusif yang optimal, dan melanjutkan dengan pemberian MP-ASI tepat waktu, tepat bentuk, mengandung cukup energi, protein dan zat gizi mikronutrien, dan dengan cara pemberian yang tepat.

“Keluarga harus memahami pentingnya pemberian makan yang sesuai pada masa ini dan dampaknya baik dalam jangka panjang dan jangka pendek bila periode emas dalam 1000 hari pertama kehidupan ini dilewati Si Kecil dengan kurang baik,” tandasnya.

Juffrie menjelaskan, memilih sumber bahan makanan untuk MP-ASI saat ini, bisa dari bahan makanan yang diproduksi oleh pertanian organik. Karena pengolahan bahan makan tersebut, membatasi penggunaan zat-zat sintetis seperti pestisida dan pupuk kimia.

Begitu juga untuk bahan makanan dari ternak, dimana penggunaan antibiotika dan hormon pertumbuhannya diawasi. Paparan zat-zat negatif terhadap bahan pangan organik sangat minimal.

“Sehingga kualitas bahan pangannya meningkat,” ujarnya.

Sementara Tya Ariestya selaku Brand Ambassador Milna 2017 mengungkapkan momen makan pertama anak merupakan milestone penting bagi keluarganya.

“Selain karena ini adalah momen makan pertama kanaka, ini juga menjadi momen bagi kami untuk lebih mempersiapkan kebutuhan gizinya,” ungkapnya.

Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby, Kalbe Nutritionals mengungkapkan Milna selalu berinovasi dan akan mendukung kesehatan anak indonesia.

“Selain itu mendukung hak seorang anak untuk mendapatkan nutrisi terbaik pada momen makan pertamanya,” imbuhnya.(Tugeg Sundjojo/yve)