IFL Ajak Remaja Jadi Pendidik Sebaya

95
School of Volunteer, kegiatan IFL Yogyakarta tahun lalu dalam rangka melatih kepemimpinan dan pembuatan proyek sosial. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Youth Empowered Space (YES), Ruang Pemberdayaan Pemuda, akan menyelenggarakan seminar dan workshop mengenai Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Kegiatan ilmiah tersebut dijadwalkan berlangsung 29 September dan 6 Oktober 2018 di Auditorium Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Ada 10 narasumber terdiri dari psikolog, dokter, bidan dan social worker menjadi pembicara seminar dan workshop tersebut. Kegiatan ini dikhususkan bagi pelajar SMA/SMK/Sederajatnya. Pendaftaran peserta 24-28 September 2018.

Ketua IFL (Indonesian Future Leaders) Yogyakarta, Tania Nugraheni, Rabu (26/09/2018) mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ilmiah yang terutama ditujukan pada kaum muda ini tidak lepas dari catatan tahunan Komnas Perempuan. Lembaga itu memaparkan gambaran umum tentang besaran dan bentuk kekerasan yang dialami oleh perempuan di Indonesia.

Anggota Indonesia Future Leaders (kanan ) bersama anggota Bergerak Bersama. (istimewa)

Terdapat 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2017, terdiri dari 335.062 kasus yang bersumber pada data kasus/perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama, serta 13.384 kasus yang ditangani oleh 237 lembaga mitra pengadalayanan.

Baca Juga :  Ribuan Orang Nonbar Film PKI Hingga Dini Hari

Catatan Tahunan 2018 Komnas Perempuan seperti yang dilansir dari website www.komnasperempuan.go.id, dari  data Pengadilan Agama  ada 335.062 kasus kekerasan terhadap istri yang berujung pada perceraian.

Sementara dari 13.384 kasus, data dari lembaga mitra pengadalayanan, di ranah privat/personal tercatat 71 persen atau 9.609 kasus, ranah publik/komunitas 3.528 kasus (26 persen) dan ranah negara 247 kasus (1,8 persen). Dari 9.609 kasus kekerasan di ranah privat/personal, 2.979 kasus di antaranya adalah kekerasan seksual. Pelaku kekerasan seksual yang tertinggi adalah pacar sebanyak 1.528 orang.

Menurut Tania Nugraheni, kegiatan YES yang dibentuk IFL Yogyakarta dan komunitas Bergerak Bersama, bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMA terhadap isu-isu terkini. YES berupaya mengajak masyarakat Indonesia bergerak bersama membentuk remaja yang sehat dan berdaya serta memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan seksual dan reproduksi.

Baca Juga :  Malioboro Sepi, Pemilik Toko Bisa Cat Ulang Temboknya
SMA Kolese De Britto Yogyakarta dan SMA Negeri 1 Yogyakarta menjadi peserta School Of Volunteer. (istimewa)

Juga diharapkan ada peningkatan pengetahuan seksualitas dan pembelajaran seksualitas sejak dini, sehingga di kalangan remaja akan terhambat  pernikahan dini, kehamilan diluar nikah dan penyakit infeksi menular seksual.

Nantinya keseluruhan acara tersebut dibagi tiga sesi, yaitu sesi pertama mengenai workshop edukasi kesehatan seksual dan reproduksi. Pada sesi kedua peserta dibagi 5 kelompok untuk membuat proyek sosial sendiri dibimbing oleh IFL Yogyakarta dan Bergerak Bersama Projects selama 1 bulan.

Sedangkan sesi ketiga diisi presentasi hasil proyek dari masing-masing kelompok pada kegiatan YES Forum di Yogyakarta. “Kami ingin menjadikan para pelajar ini (peserta) sebagai peer educator (pendidik sebaya) bagi teman-temannya sehingga banyak yang mendapat manfaat,” kata Tania (marcel setyo)