Ikan Koi Ini Beratnya Empat Kilogram

1328
Suharsono membopong ikan koi yang beratnya 4 kg, di kolam belakang rumahnya. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Penggemar ikan koi pasti berbinar-binar melihat ikan yang sehat dengan warna-warni kinclong. Ada yang putih berseling merah, ditambah hitam.

Kuning, putih berseling hitam. Atau hanya merah putih saja, bahkan yang satu warna. Kuning, merah, putih, oranye dan sebagainya.

Tapi menyaksikan ikan koi milik Suharsono, kekaguman itu akan bertambah satu. Yakni ikannya besar sekali, ada yang empat kilogram bahkan lebih.

“Ini dari jenis koi biasa. Bukan yang harganya jutaan. Tetapi saya memeliharanya penuh kasih sayang,” kata Suharsono, di rumahnya kawasan Jalan Bugisan Selatan Yogyakarta.

Jangan membayangkan kolam yang luas. Kolam di belakang rumahnya itu hanya berukuran 2,5 x 2,5 meter dengan kedalaman 0,5 meter.

“Sebenarnya Ini tidak memenuhi standar internasional untuk ikan koi, yakni 1 m3 air untuk setengah kilogram ikan agar perkembangannya maksimal,” katanya.

Kolam itu diisi banyak ikan, yang besar-besar sekali dua ekor, lainnya ada di bawahnya. Anehnya lagi, kolam tidak pernah dikuras tetapi airnya tetap jernih.

Untuk memberi oksigen bagi ikan koi yang mutlak diperlukan, dia tidak membuat siklus air yang memancar dari atas. Tetapi justru dibalik, oksigen dari bawah. Filternya terdiri batu kerikil, sehingga kotoran menempel di kerikil. Biasanya dua bulan sekali baru dibersihkan filternya.

Baca Juga :  Protes Warga Batalkan Pembangunan Bank Sampah

Untuk pakannya, pensiunan karyawan PT Sari Husada itu hanya menggunakan pelet biasa secukupnya. Apabila menggunakan pelet istimewa seharga Rp 30.000 per kilogramnya, pasti wannanya lebih mencorong lagi.

Atas keberhasilannya ini, banyak rekannya minta tolong. Termasuk tokoh di Yogyakarta saat ini baru dia garap. Ini dijalani dengan ikhlas.

“Bayaran saya adalah bila dia merasa puas. Saya tidak berharap bayaran uang,” katanya. Ikan koi miliknya itu semata-mata untuk klangenan  saja. Bukan untuk bisnis.

Tambah penghasilan

Mengembangkan hobi ini bagus untuk lansia dan pensiunan. Selain memberi kebahagiaan, beternak ikan juga bisa untuk menambah hasil pendapatan keluarga.

Terutama untuk ikan nila, dengan memijahkan dan menjualnya dalam bentuk bibit. Siklusnya sangat pendek, indukan berlelur dan menetas lagi. Jumlahnya sangat banyak. Hanya butuh waktu pendek sampai bibit layak jual.

Ibarat mesin ATM, akan terus menghadirkan rezeki. Bahkan ada yang hasilnya bisa untuk membayar ongkos naik haji. Tetapi itu memang perlu keseriusan, ketekunan dan ketelitian.

Meski demikian, Harsono tidak menangani pembibitan nila. Dia justru memilih menangkarkan burung perkutut, derkuku dan deruk. Tapi bukan deruk dan derkuku biasa, jenisnya pelung.

Baca Juga :  Jika Airlangga Pimpin Golkar, Tukang Goreng Mahar Pilkada Wassalam

Burung jenis ini memiliki suara yang menggoda di telinga penggemarnya dengan cengkok mendayu-dayu. Penggemar tidak keberatan membelinya Rp 500.000 untuk seekor deruk atau derkuku.

“Indukannya juga mahal, saya beli minimal Rp 2 juta. Bahkan ada yang sampai Rp 4 juta,” kata Harsono. Dari indukan itu dia sudah bisa menangguk untung, beberapa kali burungnya bertelur, menetas dan dipelihara sampai layak jual.

Itu pun perlu ketelitian. Di setiap sangkar, ada catatan tentang induknya, dikawinkan, bertelur, mengeram dan menetasnya kapan.

Dari hobinya, ayah dua anak yang sudah bekerja di Jakarta ini punya banyak kenalan, dari masyarakat biasa sampai pejabat dan orang terkenal.

Dia mensyukuri, dengan demikian otaknya terus berpikir positif. Silaturahmi membawa nilai plus sehingga dia terhindar dari penyakit degeneratif yang biasa diderita para lansia.

Pikiran positif ini bisa mengubah rasa sedih jadi gembira. Hilang semua rasa benci, iri, dengki dan berubah menjadi semua yang positif.

Pergaulannya yang luas memberikan pelajaran positif tentang hidup dan kehidupan. Pada usianya yang lebih dari 60 tahun, pria yang gemar fotografi ini masih oke saja diajak touring sepeda motor. Karena disadari, kegiatan ini bisa menghadirkan kegembiraan di antara kesibukan rutinnya. (sol)