IKM Lurik Terancam Punah Karena Masalah SDM

374
Forum Group Discussion (FGD) di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klaten dengan peserta pengelola IKM Lurik dan Batik. (Masal Gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID–Kabupaten Klaten memiliki potensi unggulan yang bisa dijadikan modal untuk mensejahterakan warga. Namun di lapangan tidak sedikit potensi itu yang stagnan bahkan tutup. Salah satu penyebabnya adalah masalah sumber daya manusia atau tenaga kerja. Salah satu potensi itu yakni industri kecil menengah (IKM) lurik dan batik.

Seperti diketahui IKM lurik banyak terdapat di wilayah Kecamatan Pedan dan Cawas. Sedangkan batik banyak ditemui di wilayah Kecamatan Bayat dan Prambanan. IKM itu ada yang dikelola perorangan dan ada juga kelompok.

Slamet, pengelola IKM lurik di Desa Bogor Kecamatan Cawas mengatakan saat ini dirinya merass prihatin dengan kaum muda yang kurang peduli terhadap potensi di desanya. Akibatnya keberlangsungan lurik kurang berkembang.

“Saat ini yang menjadi masalah di tenaga. Harus ada regenerasi. Pengrajin lurik yang ada saat ini sudah tua semua. Tetapi generasi mudanya tidak tertarik dengan lurik dan lebih memilih bekerja di tempat lain,” katanya dalam Forum Group Discussion (FGD) di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klaten.

Baca Juga :  Satu Rumah Jadi Dua Pangkalan LPG

Jika permasalahan ini tidak segera dicarikan solusi maka ke depannya lurik sangat mungkin bisa punah. Padahal soal pemasaran, bahan baku tidak ada karena produk lurik Klaten banyak diminati orang.

Senada dikemukakan Legowo, IKM batik di Desa Kebondalem Kidul Prambanan. Pada forum itu dia mengatakan selain masalah SDM, motif juga perlu pengayaan.

Selama ini kata dia, motif yabg dia pakai lebih ke relief candi yang masih perlu sentuhan agar bisa lebih baik lagi layaknya batik Solo, batik Jogja dan batik Pekalongan

“Usaha kami ini bekerjasama dengan UGM dan Balai Purbakala karena motifnya mengadopsi relief candi,” jelas Legowo.

Forum yang digagas UPN Veteran Yogyakarta itu juga dihadiri Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klaten Sinung Nugroho.

Sinung menjelaskan forum diskusi itu merupakan kegiatan UPN Veteran yang berlokasi di Kabupaten Klaten.

Baca Juga :  Pembangunan Tower Seluler Dilaporkan ke Dinas

“Kegiatan ini milik UPN Veteran Yogyakarta dan lokasinya di Klaten. UPN Veteran fokus di IKM Lurik dan Batik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut merupakan langkah awal UPN Veteran dari 3 tahun pelaksanaan kegiatan. Kegiatan tahap pertama untuk menggali informasi, peran dinas dan kunjungan lapangan.

Sementara itu Titik Kusmantini dari UPN Veteran Yogyakarta menjelaskan forum itu dalam mengimplementasikan penelitian terapan perguruan tinggi selama 3 tahun dan dalam rangka sinergisitas pemda, perguruan tinggi dengan pelaku industri. Dalam hal ini potensi lurik dan batik di Kabupaten Klaten

“Tahun pertama kami ingin tahu regulasi dulu. Tahun kedua masuk rencana kegiatan dan eksekusi yang dilanjutkan dengan penanganan masalah seperti pemasaran dengan IT, penguatan motif, peningkatan warna agar lebih muat, manajemen dan lain sebagainya,” kata Titik yang dalam forum tersebut membawa tim diantaranya Dr Meilan Sugiarto (Ketua Peneliti). (SM)