Imunisasi MR di Sleman Mencapai 96,2%

268
Ketua TP PKK Sleman, Ny Kustini Sri Purnomo dalam Imunisasi MR di Posyandu Sumberharjo, Prambanan Sleman, Jumat (29/09/17). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Masa kampanye kegiatan Imunisasi Measles and Rubella (MR) di Kabupaten Sleman telah ditutup. Pelaksanaan akhir Imunisasi MR dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo di Posyandu Dusun Dinginan, Desa Sumberharjo, Prambanan, Jumat (29/09/2017).

Kustini menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan kampanye Imunisasi MR di Kabupaten Sleman.

Menurutnya berkat peran serta semua pihak, pelaksanan imunisasi di Kabupaten Sleman telah mencakup 96,2% dari jumlah sasaran. Dengan pelaksanaan akhir tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat mencapai target 100%.

“Apabila cakupannya lebih dari 95% saja maka kekebalan kelompok akan terbentuk. Apalagi kalau 100%, maka nanti insyaallah warga Sleman sehat semua,” kata Kustini.

Kustini juga menyampaikan apresiasinya terhadap warga Kabupaten Sleman yang telah memunyai kesadaran terhadap pentingnya Imunisasi MR tersebut.

“Dulu Imunisasi MR ini mahal, mencapai 1 juta rupiah. Maka dengan adanya program ini, dan hasilnya hampir mencapai 100%, ini menunjukkan kesadaran masyarakat Sleman,” jelasnya.

Turut hadir pula pada acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Nurulhayah M.Kes yang juga menyampaikan bahwa kampanye Imunisasi MR dimulai sejak bulan Agustus dan berakhir pada tanggal 30 September 2017.

Namun secara simbolis kampanye Imunisasi MR di Kabupaten Sleman ditutup pada hari Jumat tanggal 29 September 2017.

“Kampanye MR hanya dilakukan pada tahun 2017 ini, pada bulan Agustus dan September. Harapannya sudah mencapai target 100% anak usia 9 bulan sampai 15 tahun telah mendapat Imunisasi MR,” imbuhnya.

Menurutnya setelah masa kampanye ini, Imunisasi MR tersebut akan terus dilanjutkan dengan cakupan anak usia 9 bulan, 19 bulan dan anak kelas 1 SD.

“Ini kalo ada balita yang sudah diimunisasi, mohon nanti ketika sudah kelas 1 SD diimunisasi lagi melalui sekolahan. Imunisasi ini sangat penting untuk daya tahan tubuh anak,” tegas Nurulhayah.

Sebelumnya, kampanye pemberian Imunisasi MR telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 secara serentak pada siswa PAUD/TK/RA, SD/MI/sederajat, SMP/MTs sederajat dilaksanakan di lingkungan sekolahan. Sedangkan pada bulan September, kampanye Imunisasi MR secara serentak diberikan kepada seluruh balita mulai 9 bulan dan anak usia sekolah namun tidak bersekolah (drop out), dilaksanakan di masing-masing Posyandu. (SM)