Indahnya Puncak Tanggulangsi

277
Pengunjung berada di salah satu titik selfie Puncak Tanggulangsi dengan latar belakang hamparan perbukitan Menoreh. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Udara segar berembus dari deretan perbukitan Menoreh. Pohon-pohon bergoyang seolah-olah menari. Matahari di penghujung musim kemarau seperti mencurahkan sinarnya yang tanpa batas, lembut menimpa dedaunan, bunga-bunga dan rerumputan.

Minggu pagi pertengahan bulan September yang cerah itu disambut suka ria oleh warga Pedukuhan Sebo Sidoharjo Samigaluh Kulonprogo. Mereka berkumpul di Puncak Tanggulangsi guna mengikuti Pengajian Akbar Tahun Baru 1440 Hijriyah.

Acara tersebut sekaligus sebagai wujud rasa syukur warga serta jamaah Masjid Lukman Hakim atas rahmat Allah SWT, menandai selesainya kegiatan Padat Karya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY.

Di pagi yang indah itu, anak-anak hingga lansia seperti menemukan tempat baru yang nyaman untuk sejenak rehat dari aktivitas sehari-hari yang mungkin saja cukup melelahkan.

Mereka tidak hanya menerima santapan jasmani berupa nasi, teh panas maupun kue-kue, tetapi juga mendapatkan santapan rohani tausiyah dari Kiai M Jazari MAg asal Nanggulan.

Puncak Tanggulangsi yang dulunya berupa gundukan tanah penuh pepohonan dan tanaman perdu, kini 180 derajat berubah total menjadi destinasi wisata yang menarik.

Upaya warga serta para pemuda dari Karang Taruna yang menatanya menjadi destinasi wisata nyaman dengan lanskap hamparan perbukitan mulai membuahkan hasil cukup menggembirakan.

Baca Juga :  Air Baru Mengalir setelah Mata Bor Tembus Kedalaman 80 Meter

Merespons jerih payah warga dengan dukungan pemerintah desa setempat, anggota DPRD DIY bersama anggota DPRD Kulonprogo ikut turun membantu warga. Mereka adalah Hamam Muttaqin dan Budi Utomo Putro.

Anggota DPRD DIY Hamam Muttaqin menyampaikan sambutan saat menghadiri syukuran di Puncak Tanggulangsi. (sholihul hadi/koranbernas.id)

“Kegiatan pembangunan jalan setapak dari laporan Disnakertrans DIY insyaAllah sangat memuaskan. Semoga tempat wisata ini semakin ramai dan membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Hamam.

Sedangkan Budi Utomo Putro mengaku dirinya turut gembira atas kemauan kuat warga bersama pemerintah desa yang tidak kenal lelah merintis lokasi itu sebagai tujuan wisata.

Yakin saja, setidaknya usaha ini tidak akan sia-sia mengingat ke depan Kabupaten Kulonprogo menjadi perhatian dunia seiring dibangunnya New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Berkah dari kehadiran bandara baru semoga terbawa angin hinggap di Puncak Tanggulangsi Samigaluh yang lokasinya memang strategis persis di tepi jalur wisata menuju Candi Borobudur Magelang.

Menurut Budi, tempat wisata ini secara resmi memang belum dibuka namun berbekal gethok tular sudah menunjukkan harapan yang positif. Pengunjung dan wisatawan mulai menolehnya.

“Mudah-mudahan perekonomian warga Pudukuhan Sebo bertambah baik. Ini kegiatan positif. Meski tempat wisata ini belum dibuka tapi bisa terus di-gethok tular. Tempat yang baik ini bisa membuat masyarakat guyub,” kata dia.

Baca Juga :  Asian Games Ubah Perilaku Berlalu Lintas

Puncak Tanggulangsi memang terbilang istimewa, bagian dari segitiga titik tertinggi kawasan perbukitan Menoreh. Di era penjajahan Belanda bukit itu pun tidak luput dari perhatian.

Anak-anak TPA Masjid Lukman Hakim memeriahkan acara syukuran di Puncak Tanggulangsi. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Terdapat semacam bangunan tugu tertancap di puncaknya. Mungkin sebagai penanda atau bisa jadi tersimpan sesuatu di sekitarnya. Yang pasti hingga kini masih jadi tanda tanya untuk apa. Ada misteri di sana.

Hanya saja, tugu tersebut tidak lagi utuh kecuali tinggal tersisa fondasi terbuat dari adonan batu bercampur pasir dan semen, kuat dan lengket seperti umumnya bangunan peninggalan Belanda.

Kemungkinan generasi tua desa itu masih ada yang ingat bentuk asli tugu tersebut seperti apa.

Budi Utomo Putro mengisyaratkan hal-hal semacam ini perlu memperoleh perhatian sehingga mampu menambah nilai dan daya pikat obyek wisata yang berada di Kecamatan Samigaluh tersebut.

Dari wilayah kecamatan ini jarak ke Candi Borobudur ibarat hanya tinggal melompat saja. Sebagai daerah perbatasan dengan Jawa Tengah, sudah saatnya Samigaluh berbenah.

Keberadaan destinasi Puncak Tanggulangsi diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah ini. Semoga. (sol)