Indonesia Darurat Keselamatan Lalin

238
Pelatihan PPGD kepada komunitas masyarakat di daerah rawan kecelakaan lalu lintas di Aula Polres Bantul, Kamis (10/08/2017).

KORANBERNAS.ID — Indonesia saat ini mengalami darurat keselamatan berlalulintas (lalin). Berdasarkan data Korlantas Polri, sekitar 70 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas.

“Pengguna jalan raya yang meninggal dunia karena kecelakaan ada sekitar 26 ribu orang setiap tahun,” ujar Direktur Penegekan Hukum (Gakkum) Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Pujiono Dulrahman saat membuka Pelatihan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) kepada komunitas masyarakat di daerah rawan kecelakaan lalu lintas di Aula Polres Bantul, Kamis (10/08/2017).

Menurut Pujiono, setiap hari ada 70 orang dan setiap jam ada tiga hingga empat orang yang meningggal karena kecelakaan. Dari jumlah itu, 70 persen korban meninggal dunia adalah usia produktif antara usia 16 hingga 30 tahun.

Karenanya masyarakat harus memiliki kesadaran pentingnya keselamatan berlalu lintas. Hal itu penting karena keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian dan pemerintah.

“Masyarakat juga perlu memiliki tanggungjawab yang sama,” tandasnya.

Pujiono menambahkan, untuk menekan angka kecelakaan pemerintah pusat menginstruksikan lima kementerian untuk duduk bersama menanggulangi masalah tersebut seperti Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian Kesehatan. Kerjasama lima kementerian tersebut diharapkan tidak ada lagi lempar tanggungjawab dan tumpang tindih penanganan korban kecelakaan lalu lintas.

“Kerjasama tersebut terbukti berhasil saat arus mudik lebaran lalu. Angka kecelakaan berkurang dan masalah kemacetan pun dapat segera diatasi,” ungkapnya.

Sementara Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet mengungkapkan PT Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugasi menyantuni korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum terus menghimpun dana kecelakaan dari masyarakat.
Hingga Juni 2017, santunan kecelakaan darat dan laut meningkat 100 persen.

Santunan biaya perawatan yang awalnya maksimal Rp 10 juta naik menjadi Rp 20 juta. Sedangkan santunan korban meninggal yang semula Rp 25 juta meningkat menjadi Rp 50 juta.

Biaya penguburan juga naik, dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta. Selain itu, ada biaya ambulan maksimal Rp 500 ribu dan P3K maksimal Rp 1 juta.

“Santunan korban meninggal dunia kami targetkan sehari langsung cair,” tandasnya.(tugeg sundjojo/yve)